Perusak Bendera dan Palang Kereta di DIY Dijerat Pasal Berlapis
Polisi menjerat S dengan pasal berlapis KUHP baru atas perusakan bendera dan palang kereta di Bantul-Sleman, ancaman maksimal 7 tahun penjara.
Suasana Temu Hati Anak Sleman 2024 pada Kamis (15/2/2024) di Balai BBPPM/Istimewa - Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman dan Forum Anak Sleman resmi menggelar Temu Hati Anak Sleman 2024. Agenda ini menjadi komitmen Pemkab Sleman dalam upaya mengembangkan Program Kabupaten Layak Anak.
Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Wildan Solichin menerangkan agenda Temu Hati Anak Sleman sudah digelar sebanyak 14 kali dan rutin setiap tahunnya. Acara ini lanjut Wildan bertujuan memfasilitasi anak Sleman agar menemukan dan mengenali permasalahan-permasalahan pemenuhan hak anak di lingkungannya.
Melalui pelibatan anak dalan kegiatan ini, Wildan berpandangan mereka akan mampu berpikir mengenai persoalan di lingkungannya. Termasuk mampu mengidentifikasi persoalan yang ada untuk didiskusikan bersama.
"Mereka juga memeroleh pengalaman tak ternilai dan pada saatnya mampu berkontribusi dalam proses perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman," kata Wildan pada Kamis (15/2/2025) di Balai BBPPM.
Baca Juga
Sleman Raih Predikat Kabupaten Layak Anak Kategori Utama
Kejar Predikat Kabupaten Layak Anak Tahun Depan, Ini PR yang Kudu Dirampungkan Bantul
Tiga Tahun Berturut Mendapat Penghargaan Kota Layak Anak Kategori Utama
Tahun ini jumlah peserta yang mengikuti Temu Hati Anak Sleman mencapai 140 orang. Para peserta terdiri dari Sekolah Ramah Anak, Forum Anak Kapanewon dan Kalurahan. Acara ini dilaksanakan selama dua hari yakni 15-16 Februari 2024.
Dari gelaran ini, nantinya akan dipilih 10 Duta Anak Sleman. Selain itu dalam agenda ini juga akan diadakan Deklarasi Suara Anak Sleman yang mencakup penyampaian aspirasi anak dalam proses pembangunan dan meningkatnya kapasitas Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor pemenuhan Hak Anak.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik agenda semacam ini. Menurutnya forum ini akan menjadi momen baik untuk bertemu, menjalin persahabatan, bertukar pengalaman serta membangun jaringan yang lebih luas.
"Saya berharap momentum ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan diri, mencari pengalaman dan menggali potensi diri melalui kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam Temu Hati Anak Sleman ini," tuturnya.
Bagi Kustini, upaya mewujudkan anak sebagai pribadi tangguh, memperlakukan peran utama banyak pihak antara lain orang tua, sekolah, bahkan pemerintah. Pasalnya dia menilai kualitas generasi masa depan tidak hanya ditentukan dari bangku sekolah saja, melainkan tugas bersama untuk menciptakan lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang anak.
"Kualitas generasi penerus kita tidak hanya ditentukan di sekolah saja, namun tugas kita bersama menciptakan lingkungan yang layak bagi tumbuh kembang anak," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi menjerat S dengan pasal berlapis KUHP baru atas perusakan bendera dan palang kereta di Bantul-Sleman, ancaman maksimal 7 tahun penjara.
Rem motor macet bisa membuat roda seret dan membahayakan pengendara. Kenali delapan penyebab utama serta cara mengantisipasinya.
Erling Haaland menerima empat sertifikat Guinness World Records berkat pencapaiannya di Manchester City dan Timnas Norwegia, termasuk rekor 100 gol tercepat di
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam