Kasus Malaria Sleman 2026 Setara Total Kasus Sepanjang 2024
Kasus malaria impor Sleman 2026 capai 39 kasus, sama seperti 2024, seluruhnya berasal dari luar wilayah.
Pernikahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa selama tahun 2022 dan 2023, kejadian hamil di luar ikatan pernikahan atau hamil duluan masih menjadi sebab utama dispensasi pernikahan dini. Meski dalam dua tahun tersebut terjadi penurunan angka kejadian namun tidak signifikan.
Humas PA Gunungkidul, Mudara mengatakan faktor utama dispensasi pernikahan yang pihaknya terima masih dilatarbelakangi oleh kejadian hamil di luar ikatan pernikahan atau hamil duluan. Angkanya, tahun 2022 ada 93 kejadian dan 2023 ada 89 kejadian. Penurunan hanya 4 kejadian.
Usia calon pengantin perempuan (CPP) paling muda yang telah hamil tahun 2022 yaitu 14 tahun 3 bulan. Sedangkan usia pasangannya 18 tahun 7 bulan. Permohonan tersebut dikabulkan.
Apabila melihat angka keseluruhan permohonan pernikahan dini di Gunungkidul tahun 2022 mencapai 171. Lalu, tahun 2023 angka tersebut turun menjadi 149. Dua tahun lalu, Kapanewon Ponjong menjadi wilayah dengan permohonan terbanyak mencapai 25. Satu tahun setelahnya Kapanewon Wonosari menggeser Ponjong dengan wilayah permohonan dispensasi pernikahan dini terbanyak.
Meski angka permohonan/perkara tersebut mencapai ratusan namun tidak semuanya dikabulkan. Tahun 2022 saja, hanya 161 perkara dikabulkan, 5 dicabut, 3 gugur, dan 2 ditolak. Sedangkan tahun 2023, perkara dikabulkan mencapai 145; dan sisanya seperti dicabut, ditolak, tidak diterima, dan gugur masing-masing hanya ada satu perkara.
Kemudian, apabila melihat faktor lain permohonan pernikahan dini adalah kekhawatiran berbuat dosa/menghindari zina yang menduduki peringkat kedua. Jumlahnya tahun 2022 ada 70 dan tahun 2023 ada 40.
Selama dua tahun tersebut, empat Kapanewon yang masuk dalam wilayah dengan permohonan terbanyak antara lain Ponjong, Wonosari, Karangmojo, Semanu, dan Saptosari.
Mudara menambahkan bahwa PA Gunungkidul juga berperan dalam mencegah pernikahan dini. Apabila alasan pemohon khawatir berbuat dosa, PA dapat memberi nasihat agar tidak terburu-buru menikah.
“Bagi pihak yang daftar kami upayakan memberi nasihat agar jangan terburu nikah, sedangkan yang bisa optimal menurunkan angka DK [dispensasi kawin] adalah pemerintah, dinas pendidikan, atau tokoh masyarakat,” kata Mudara dihubungi, Sabtu (17/2/2024).
Kepala Dispendik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pernikahan dini di Gunungkidul adalah dengan edukasi melalui serangkaian program sosialisasi.
“Awalnya dengan pengawas pembina lalu ke sekolah binaannya dan para guru mensosialisasikan ke para siswa,” kata Nunuk.
Kepala Bidang Kesehatan Dinkes Gunungkidul, Dyah Mayun Hartanti mengatakan pernikahan dini perlu dicegah karena secara fisiologi dan mental belum siap.
“Ditambah kesiapan pengetahuan dan dukungan orang-orang terdekat kurang maksimal. Risiko timbul masalah baru. Perceraian, KDRT, pola asuh anak,” kata Mayun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus malaria impor Sleman 2026 capai 39 kasus, sama seperti 2024, seluruhnya berasal dari luar wilayah.
Mencampur Bio Solar B50 dengan Dexlite berpotensi merusak injektor dan sistem bahan bakar diesel. Simak risiko dan penjelasan para ahli.
Film Cinta Lama Babak Kedua #CLBK tayang mulai 2 Juli 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah cinta lama yang mengancam pernikahan cucu.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Sony hentikan produksi game fisik PlayStation mulai Januari 2028. Semua game baru hanya digital. Era kaset dan cakram berakhir.
Eropa dilanda gelombang panas ekstrem, kota-kota seperti Pulluau (Prancis) dan Bilbao (Spanyol) catat rekor suhu terpanas. Dampak serius pada kesehatan dan infr