Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Peserta pelatihan Bagaimana Memulai Ekspor sedang mendapat arahan dari Dinas Perdagangan Gunungkidul dan Pusat Pelatihan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan di Hotel Santika, Kalurahan Logandeng, Playen pada Senin (19/2/2024). /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Gunungkidul masih memiliki kendala dalam mempromosikan produk. Tidak hanya itu, kelemahan turut dapat menjadi kendala lain dalam pengembangan usaha seperti ekspor.
Oleh karena itu Sunaryana meminta Dinas Perdagangan (Disdag) untuk menggelar pelatihan bahasa selain pelatihan pada umumnya terkait syarat, aturan, dan hal teknis mengekspor produk.
BACA JUGA : Galeri Kerajinan Seni jadi TPS, Cara Unik Warga Kulonprogo Promosikan UMKM saat Pemilu
“Pelatihan yang diadakan Dinas Perdagangan bentuk pendampingan yang nyata untuk mengetahui kekurangan kita dalam dunia ekspor,” kata Sunaryanta dalam keterangan tertulis.
Kepala Disdag Gunungkidul, Kelik Yuniantoro berkomitmen dalam menumbuhkembangkan UMKM di Bumi Handayani. Sebab itu, Disdag menggelar pelatihan memulai ekspor mulai tanggal 19-21 Februari 2024 di Hotel Santika, Logandeng, Playen. "Pelatihan ini dapat membuka peluang ekspor bagi pelaku UMKM di Kabupaten Gunungkidul," katanya.
Pelatihan tersebut diikuti 30 UMKM di Gunungkidul. Sebagian besar berasal dari usaha kerajinan tangan atau hand craft dan UMKM yang bergerak dalam bidang makanan. Terang Kelik, mereka akan mendapat materi atau pengetahuan tentang tata cara ekspor produk agar mereka menjadi para eksportir pada masa mendatang.
Ada beberapa UMKM di Gunungkidul yang sudah masuk daftar pengekspor. Hanya saja, mereka masih menggunakan pihak ketiga untuk mengirim produk. Pelatihan memulai ekspor begitu penting. Kepala Pusat Pelatihan SDM Ekspor dan Jasa Perdagangan Kementerian Perdagangan, Sugih Rahmansyah mengatakan pelatihan hari pertama akan berkisar pada pemahaman dasar tentang analisa dan mencari buyer. Materi tersebut diharapkan akan membuka pengetahuan baru.
“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan di bidang ekspor dan mampu melakukan penetrasi ke pasar ekspor,” kata Sugih.
Selain itu, dia menambahkan pelatihan tersebut merupakan bentuk dukungan Kementerian Perdagangan kepada para pelaku UKM untuk dapat meningkatkan pengetahuan di bidang ekspor serta diharapkan dapat mengekspor produk Gunungkidul ke pasar global.
BACA JUGA : UU Cipta Kerja Pacu UMKM DIY Daftarkan NIB
"Kementerian Perdagangan akan terus membantu dan memfasilitasi UKM melalui berbagai program dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas daya saing serta akses UKM Indonesia," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.