Minimalkan Kasus Haji Meninggal, Kemenag DIY Kawal Ketat Kesehatan Calon Jemaah

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Minggu, 25 Februari 2024 17:17 WIB
Minimalkan Kasus Haji Meninggal, Kemenag DIY Kawal Ketat Kesehatan Calon Jemaah

Ribuan calon jamaah haji DIY mengikuti manasik haji di Balai Kota Jogja, Minggu (25/2/2024)./Harian Jogja-Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, JOGJA—Sekitar 1.500 calon jamaah haji dari KBIHU Aisyiyah DIY mengikuti manasik haji di Halaman Balai Kota Jogja, Minggu (25/2/2024). Gelaran ini merupakan rangkaian persiapan calon jamaah haji yang nantinya akan berangkat ke tanah suci pada Mei 2024 mendatang.

Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Kanwil Kemenag DIY Agus Nur Budianto menuturkan proses pemeriksaan istitoah jamaah haji dikawal ketat. Tahun ini, jamaah haji diminta untuk melakukan skrining kesehatan lengkap sebelum melakukan pelunasan biaya.

Ini sebagai langkah antisipasi, mengingat tahun lalu Agus mengatakan ada 800 jemaah haji di Indonesia yang meninggal lantaran masalah kesehatan. Tahun kemarin pemeriksaan kesehatan tak terlalu lengkap dan baru dilakukan setelah pelunasan.

"Mulai sekarang pemeriksaan lengkap, rontgen, jantung, diabetes, dan lainnya untuk kesiapan. Kalau sekarang hampir semua (yang sudah lunas), insya Allah sudah memenuhi syarat kesehatan," jelas Agus saat ditemui di Balai Kota Jogja, Minggu (25/2).

Dia mengimbau jamaah untuk senantiasa menjaga kesehatan. Suhu di Arab Saudi diperkirakan akan terasa terik. Calon jamaah haji juga diminta untuk selalu menjaga cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih.

Sementara, jika sebelum berangkat saat ditemui riwayat penyakit, nantinya jemaah haji diminta untuk mengontrol kesehatannya terlebih dahulu baru melakukan pelunasan. Sementara, pelunasan bisa dilakukan pada tahap kedua pada 12-26 Maret 2024.

BACA JUGA: Biaya Haji 2024 Ditok Rp93 juta, Ini Deretan Negara dengan Ongkos Haji Termahal

Agus menyebut, tahun ini DIY mendapatkan kuota jamaah haji sebanyak 3.290 orang. Jumlah ini sudah ditambah dengan kuota tambahan yang diberi oleh pemerintah pusat sebanyak 182 orang. Sebanyak 3.108 merupakan lansia. Lalu, ada pendamping haji daerah sebanyak 27 orang dan pembimbing KBIH sebanyak 12 orang.

Agus mencatat, baru 2.807 calon jamaah haji yang melakukan pelunasan. Dia meminta calon jamaah haji yang telah melakukan pelunasan untuk melengkapi berkas paspor. "Bagi yang belum membuat atau mempunyai paspor segera membuat paspor di Kantor Imigrasi dan melakukan perekaman Biovisa di Kemenag kabupaten kota. Tahun ini pemvisaan dilakukan secara online selama dua bulan. Setelah itu Kedutaan hanya melayani penggantian visa ganti atau batal. Sampai saat ini DIY calon jamaah haji yang sudah siap visa 2.265," ungkapnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online