14 Proyek Jalan dan Jembatan di Sleman Segera Dikerjakan
DPUPKP Sleman targetkan proyek jalan dan jembatan mulai akhir Juni 2026, total 14 paket pekerjaan disiapkan.
Seorang warga sedang berada di sebuah rumah yang tertimpa pohon di Padukuhan Gunungmanuk, Kalurahan Salam, Patuk, Gunungkidul pada Rabu (28/2/2024). Pada hari yang sama, puting beliung yang juga menerjang Bumi Handayani mengakibatkan kerusakan ringan pada atap 19 rumah di Patuk.- ist/BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi (BMKG) DIY, Etik Setyaningrum menjelaskan sebab munculnya angin puting beliung di Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (28/2/2024). Dia mengaku angin tersebut berpotensi muncul di berbagai tempat, tidak hanya di Bumi Handayani.
Bahan baku munculnya puting beliung, kata Etik adalah sinar Matahari dan uap air di mana intensitas Matahari maksimal dan uap air untuk pembentukan awan cumulonimbus terpenuhi. Awan tersebut muncul ketika masa-masa peralihan musim dari hujan ke kemarau atau dari bulan Maret hingga April.
“Sebagai imbauan masyarakat agar selalu waspada sampai dengan sekarang DIY masih dalam periode musim hujan, potensi cuaca ekstrim [hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih ada],” kata Etik dihubungi, Kamis (29/2/2024).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sumadi mengatakan angin puting beliung sempat menerjang Bumi Handayani Rabu kemarin.
Angin tersebut berdampak pada rusaknya atap 19 rumah di Kapanewon Patuk dengan tingkat ringan. “Puting beliung kecil dan sebentar,” kata Sumadi.
BACA JUGA: Kasus DBD di Gunungkidul Melonjak, Dua Anak Meninggal Dunia
Pada hari yang sama, Sumadi mengatakan hujan disertai angin kencang menumbangkan beberapa pohon sehingga menimpa lima rumah warga di Kapanewon Wonosari dan Playen. Satu tiang listrik juga terkena pohon tumbang
Meski tidak ada korban jiwa, namun dampak dari bencana hidrometeorologi tersebut mencapai Rp7,3 juta.
“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan kesigapan. Prediksinya cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga April,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPKP Sleman targetkan proyek jalan dan jembatan mulai akhir Juni 2026, total 14 paket pekerjaan disiapkan.
Polda DIY periksa 14 saksi dugaan malapraktik RSUD Prambanan, saksi ahli segera dipanggil awal Juli 2026.
Evaluasi Program MBG fokus pada insentif SPPG, kualitas makanan, dan perluasan penerima hingga wilayah 3T.
BPJS Kesehatan tunggu pencairan Rp20 triliun untuk jaga JKN, tanpa intervensi diprediksi bertahan hingga 2027.
Sleman memperkuat sektor pariwisata MICE dengan menggandeng 95 buyer nasional dalam business matching di Jakarta.
Satu hakim menyatakan Nadiem tak terbukti korupsi Chromebook, namun tetap divonis 10 tahun penjara oleh mayoritas.