15 SMP di Sleman Direhabilitasi, Anggaran Capai Rp2,26 Miliar
Disdik Sleman merehabilitasi 15 SMP negeri pada 2026 dengan anggaran Rp2,2675 miliar. Kerusakan bangunan didominasi atap dan kayu keropos akibat rayap.
Ratusan umat Hindu menggelar upacara Melasti di Pantai Parangkusumo, Minggu (3/3/2024)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Ratusan umat Hindu menyelenggarakan upacara Melasti untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946 di Pantai Parangkusumo, Minggu (3/3/2024).
Ketua Umum Panitia Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1946 DIY, I Wayan Suardana menyampaikan upacara Melasti bertujuan memohon agar mikrokosmos dan makrokosmos dibersihkan oleh Tuhan.
“Kami memohon supaya dibersihkan pikiran, perkataan, dan perbuatan menjadi lebih baik. Melalui Melasti kami membuang kotoran-kotoran itu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dibersihkan, supaya siap menyelenggarakan Hari Raya Nyepi,” katanya, Minggu.
Dalam upacara Melasti kali ini, kata Wayan, umat Hindu juga turut mendoakan untuk kebaikan alam semesta dan seluruh umat.
“Ini [prosesi Melasti] untuk kebaikan bersama, membersihkan semua umat, [membersihkan] dalam diri sendiri. Nanti prosesinya ada melarung, yang akan dilarung ada bebek, uba rampe, itu sebenarnya membersihkan buana alit [mikrokosmos],” ujarnya.
Sementara Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan penyelenggaraan upacara Melasti di Pantai Parangkusumo merupakan bentuk keberagaman umat beragama di DIY.
“Kebinekaan adalah sunah Tuhan atau takdir Tuhan yang siapapun tidak bisa menolaknya. Kita sebagai umat manusia, sebagai makhluknya hanya bisa menerima takdir Tuhan dengan menyikapinya dengan sebaik-baiknya dengan selalu menjaga keharmonisan, menjaga dan mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan agar kehidupan kita senantiasa guyub, rukun, harmonis dan damai,” katanya.
BACA JUGA: Tradisi Nyepi: Dari Upacara Melasti hingga Lampu Mati
Dia berharap agar kerukunan, keharmonisan, dan toleransi antar umat beragama dapat terus terjalin di DIY. Menurutnya, setiap masyarakat Bantul memiliki tanggungjawab untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama.
“Kami yakin semua agama mengajarkan kehidupan harmonis, karena kita sama sama makhluk Tuhan yang harus menjaga keselarasan alam ini sesuai tema melasti kali ini Hamemayu Hayuning Bawono,” katanya.
Upacara Melasti merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan umat Hindu menjelang Hari Raya Nyepi. Upacara Melasti di Pantai Parangkusumo berlangsung dari pukul 09.30-13.30 WIB. Dalam upacara Melasti ada labuhan atau menenggelamkan beberapa ubo rampe ke laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman merehabilitasi 15 SMP negeri pada 2026 dengan anggaran Rp2,2675 miliar. Kerusakan bangunan didominasi atap dan kayu keropos akibat rayap.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
Borneo FC bermodal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman jelang menghadapi PSIM Jogja pada pekan kedelapan Super League di Bantul.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Kemenhut menetapkan PT MAP dan PT GAP sebagai tersangka karhutla. Salah satunya merupakan perusahaan PMA asal Singapura.
KPK merespons kode RAMA dalam kasus Silmy Karim. Dalam dakwaan, disebut ada dugaan setoran Rp40 juta setiap pekan untuk seorang menteri.