CFD Gunungkidul Pindah ke Jalan Agus Salim, Ini Alasannya
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat hingga akhir Februari 2024 sudah ada 30 kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD). Masyarakat pun diminta agar tidak abai terhadap ancaman penyebaran penyakit yang disebarkan lewat vektor nyamuk Aedes aegypti ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan secara umum dalam dua tahun terakhir ada tren penurunan kasus DBD di Bumi Sembada. Sebagai gambaran di 2022 lalu terdapat sebanyak 330 warga dinyatakan terjangkit DBD, dengan korban meninggal dunia tiga orang.
Adapun di 2023, dalam setahun hanya ditemukan sebanyak 146 kasus. Tahun lalu, satu pasien dilaporkan meninggal dunia karena penyakit DBD.
Meski ada tren penurunan, Masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi penyebaran dari penyakit DBD yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegepty. Hingga akhir Februari 2024, tercatat sudah ada 30 warga Sleman yang terjangkit penyakit ini. “Untuk pasien meninggal dunia di tahun ini belum ada,” kata Yuli, Senin (4/3/2024).
Menurut dia, upaya sosialisasi ke Masyarakat terus dilakukan agar upaya pencegahan dan penanggulanan penyakit DBD dapat benar-benar dievektifkan. Langkah utama pencegahan dengan menggalakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk.
Cara ini bisa dilakukan dengan mengubur, menutup dan menguras tempat-tempat wadah air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Di sisi lain, juga bisa dilakukan dengan penaburan bubuk abate.
Adapun cara berikutnya, sambung Yuli, pencegahan dapat dilakukan dengan Gerakan Kesehatan Masyarakat. Salah satunya dengan terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat, makan-makan bergizi.
“Jaga kebersihan lingkungan dan jangan lupa rutin berolahraga. Dengan kondisi fit, maka potensi terkena penyakit bisa semakin berkurang,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Cahya Purnama. Menurut dia, saat ini masih musim hujan sehingga potensi penyebaran DBD masih tinggi. “DBD masuk penyakit musiman dan penyebaran kasus relative tinggi pada saat musim hujan. Kami minta kepada masyarakat untuk mewaspadai ancaman penyakit ini,” kata Cahya.
BACA JUGA: Kasus DBD di Gunungkidul Melonjak, Dua Anak Meninggal Dunia
Dia menjelaskan, untuk pencegahan penyakit DBD tidak hanya dilakukan dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk. Pasalnya, di Sleman juga terdapat program pelepasan nyamuk Wolbachia.
Cahya mengklaim program ini sudah efektif terhadap turunnya kasus DBD di Bumi Sembada. “Nyambuk Wolbachia yang dilepas sangat membantu dan efektif dalam upaya pnecegahan penyakit DBD,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.