40 Ribu Lebih Kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul Aktif Lagi
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Ilustrasi Pilkada /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Partai Golkar siap mengusung mantan Sekda Harda Kiswaya sebagai calon bupati di Pilkada Sleman. Adapun wakilnya masih akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan partai koalisi.
Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengatakan, partainya memiliki modal enam kursi di DPRD Sleman untuk menyambut gelaran Pilkada 2024. Ia pun mengaku siap berkoalisi dengan partai lain guna memenangkan kursi bupati dan wakil bupati periode 2024-2029.
“Kami memang harus berkoalisi dengan partai lain. Sebab, untuk bisa mengusung calon, minimal harus didukung sepuluh kursi di DPRD Sleman,” kata Janu, Kamis (7/3/2024).
Menurut dia, untuk calon bupati, sudah memiliki kandidat, yakni mantan Sekda Sleman Harda Kiswaya. Janu mengklaim dukungan dari DPP untuk mengusung sudah didapatkan jauh hari sebelum digelarnya Pemilu 2024.
“Komunikasi kami sudah berlangsung sejak satu tahun yang lalu. Sebelum Pak Harda pensiun dari PNS [1 Februari 2024], rekomendasi dari DPP untuk mengusungnya di pilkada sudah juga sudah kami pegang,” ungkapnya.
Janu menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat partainya kepincut untuk mengusung sebagai calon bupati Sleman. Salah satunya pada saat menjadi birokrat, mantan Sekda Sleman ini memiliki kinerja yang baik dan berhasil membangun Kabupaten Sleman.
BACA JUGA: Mudik Lebaran 2024, Vaksinasi Covid-19 Booster Disarankan 28 Hari Sebelumnya
Di sisi lain, Harda juga dinilai memiliki pendukung yang sangat banyak dan berasal dari berbagai elemen Masyarakat. Hal ini dibuktikan pada saat pelepasan dirinya sebagai PNS dihadiri oleh ribuan pendukung setianya.
“Bahkan seluruh lurah dan dukuh di Sleman ikut mengantar kepulannya ke Godean, setelah pensiun sebagai PNS,” katanya.
Disinggung mengenai calon wakil bupati pendamping, Janu mengakui belum menetapkan bakal calon. Menurut dia, pemilihan wakil harus dikomunikasikan terlebih dahulu antara partai koalisi.
“Calon wakil bupati masih akan dikomunikasikan. Tentunya, nanti Pak Harda juga ikut berperan dalam penentuan siapa calon wakil yang akan dipilih,” katanya.
Persiapan untuk menyambut Pilkada 20024 juga dilakukan oleh partai lain. Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar mengatakan, tahapan masih dalam proses penjaringan dengan mendata kader-kader potensial yang bisa diusung.
Selain itu, juga ada penjajakan dengan pihak eksternal. Terlebih lagi, sambung dia, PKS harus berkoalisi dengan partai lain untuk bisa mengusung calon bupati dan wakil bupati.
“Upaya penjajakan sudah kami lakukan. Tapi, untuk nama-nama yang akan diusung belum bisa diumumkan karena masih dalam tahapan penjaringan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.