McLaren Tegaskan Tak Takut Kehilangan Piastri dan Norris
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Ilustrasi razia miras. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Bantul akan mengintensifkan pemantauan dan peredaran minuman keras (miras) di wilayahnya, pada menjelang dan saat Ramadan 2024.
Hal ini dilakukan untuk menekan peredaran miras dan menciptakan kondusifitas masyarakat saat Ramadan.
Kepala Satpol PP Bantul Jati Bayubroto mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan peredaran miras di sejumlah lokasi, seperti kawasan pantai selatan Bantul dan juga tempat hiburan di kawasan tersebut.
“Yang jelas, peredarannya akan kami pantau. Kami minta tempat hiburan untuk menahan diri. Kami minta mereka untuk menghormati bulan Puasa,” kata Jati, Kamis (7/3/2024).
Selain itu, Jati mengungkapkan, pihaknya juga akan berpatroli dan mengingatkan warung makan yang masih buka di siang hari. Satpol PP tidak akan melarang warung makan beroperasi dan melayani pembeli.
BACA JUGA: Cuti Bersama Lebaran 2024 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Rinciannya
“Namun, kami minta agar mereka juga menghormati bulan Puasa. Kami minta agar warung tersebut ditutup dengan tirai agar tidak terlihat dari luar,” kata Jati.
Jati berharap agar organisasi masyarakat tidak turun ke jalan dan melakukan sweeping serta menutup warung makan yang beroperasi di siang hari saat Ramadan. “Intinya semua harus bisa hormati dan mengendalikan diri,” ucap Jati.
Ketua Komisi D, DPRD Bantul, Suratman berharap ada toleransi antarumat beragama selama bulan Puasa. Tujuannya agar Ramadan bisa berjalan lancar dan damai.
“Kepada Satpol PP dan Polres Bantul kami harapkan bisa bekerja sesuai dengan tupoksinya, agar Ramadan berjalan aman dan tertib serta tidak mengganggu umat Islam yang menjalankan puasa,” katanya.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengungkapkan saat Ramadan pihaknya telah menyiapkan tim patroli dan tim khusus untuk menjaga kondusifitas wilayah. Tim patroli dibagi menjadi tiga sif yakni pagi, sore dan malam.
“Untuk sif malam, akan diisi oleh personel nonmuslim. Untuk tim khusus nanti akan bertugas mengatasi kemungkinan kejahatan jalanan malam hari, peredaran miras, sekaligus antisipasi adanya perang sarung, tawuran dan balap liar,” kata Jeffry.
Untuk jumlah personel yang disiapkan, Jeffry mengaku saat ini sedang dibahas dan dikoordinasikan. Sebab, pada bulan Ramadan nantinya juga akan ada tambahan personel dari Polda DIY untuk membantu pengamanan.
“Nanti ada BKO juga dari Polda. Untuk detail jumlah tim yang disiapkan saat Ramadan, ini masih dikoordinasikan,” ucap Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
McLaren tanggapi rumor Piastri dan Norris di F1 2026, Zak Brown sebut semua tim ingin keduanya di tengah isu Red Bull.
Persib Bandung juara Super League 2025/2026 usai unggul head to head atas Borneo FC. Simak klasemen akhir dan tim terdegradasi.
Penggunaan hand sanitizer berlebihan bisa picu eksim, kulit kering, dan iritasi. Simak penjelasan dokter kulit.
Bulog Jogja pastikan stok Minyakita aman jelang Idul Adha. Distribusi capai 2,6 juta liter, ditambah pasokan baru.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul hadir dengan track ekstrem. Seeding run panas, final diprediksi makin sengit!
Presiden Kelima RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menghadiri resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo)