Manhattan hingga Queens Versi Jogja Viral di TikTok
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Ilustrasi razia miras. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Polres Bantul akan mengintensifkan pemantauan dan peredaran minuman keras (miras) di wilayahnya, pada menjelang dan saat Ramadan 2024.
Hal ini dilakukan untuk menekan peredaran miras dan menciptakan kondusifitas masyarakat saat Ramadan.
Kepala Satpol PP Bantul Jati Bayubroto mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan peredaran miras di sejumlah lokasi, seperti kawasan pantai selatan Bantul dan juga tempat hiburan di kawasan tersebut.
“Yang jelas, peredarannya akan kami pantau. Kami minta tempat hiburan untuk menahan diri. Kami minta mereka untuk menghormati bulan Puasa,” kata Jati, Kamis (7/3/2024).
Selain itu, Jati mengungkapkan, pihaknya juga akan berpatroli dan mengingatkan warung makan yang masih buka di siang hari. Satpol PP tidak akan melarang warung makan beroperasi dan melayani pembeli.
BACA JUGA: Cuti Bersama Lebaran 2024 Bisa Sampai 10 Hari, Cek Rinciannya
“Namun, kami minta agar mereka juga menghormati bulan Puasa. Kami minta agar warung tersebut ditutup dengan tirai agar tidak terlihat dari luar,” kata Jati.
Jati berharap agar organisasi masyarakat tidak turun ke jalan dan melakukan sweeping serta menutup warung makan yang beroperasi di siang hari saat Ramadan. “Intinya semua harus bisa hormati dan mengendalikan diri,” ucap Jati.
Ketua Komisi D, DPRD Bantul, Suratman berharap ada toleransi antarumat beragama selama bulan Puasa. Tujuannya agar Ramadan bisa berjalan lancar dan damai.
“Kepada Satpol PP dan Polres Bantul kami harapkan bisa bekerja sesuai dengan tupoksinya, agar Ramadan berjalan aman dan tertib serta tidak mengganggu umat Islam yang menjalankan puasa,” katanya.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengungkapkan saat Ramadan pihaknya telah menyiapkan tim patroli dan tim khusus untuk menjaga kondusifitas wilayah. Tim patroli dibagi menjadi tiga sif yakni pagi, sore dan malam.
“Untuk sif malam, akan diisi oleh personel nonmuslim. Untuk tim khusus nanti akan bertugas mengatasi kemungkinan kejahatan jalanan malam hari, peredaran miras, sekaligus antisipasi adanya perang sarung, tawuran dan balap liar,” kata Jeffry.
Untuk jumlah personel yang disiapkan, Jeffry mengaku saat ini sedang dibahas dan dikoordinasikan. Sebab, pada bulan Ramadan nantinya juga akan ada tambahan personel dari Polda DIY untuk membantu pengamanan.
“Nanti ada BKO juga dari Polda. Untuk detail jumlah tim yang disiapkan saat Ramadan, ini masih dikoordinasikan,” ucap Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.