Gedung Perpusda Baru Sleman Ditunda, RSUD Jadi Prioritas 2027
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Pertanian - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan pembangunan sumur bor pertanian (PIS) di dua titik di Kapanewon Ngawen telah selesai. Saat ini, PIS tersebut telah dapat digunakan untuk mengairi irigasi pertanian sekitar.
Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan PIS tersebut dibangun menggunakan APBD tahun 2023 dengan total mencapai Rp193,3 juta. Sasarannya adalah dua kelompok tani (KT) yaitu KT Ngudi Rejeki, Padukuhan Banaran, Beji dan KT Ngudi Makmur, Padukuhan Ngawen, Beji. “Sebenarnya ada tiga kelompok tani yang juga mendapat bantuan pembangunan sumur bor. Satunya lagi di Kedungpoh, Nglipar,” kata Rismiyadi dihubungi, Jumat (8/3/2024).
Satu sumur tersebut juga mendapat jumlah dana yang sama seperti dua KT di Kapanewon Ngawen yaitu Rp96,6 juta.
Baca Juga
Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Sleman Siapkan Sumur Bor Pertanian
Unik! Sumur Bor di Semin Gunungkidul Mengalirkan Air 4 Tahun Tanpa Henti
DPP Gunungkidul Mengaku Perlu Optimasi Lahan Pertanian
Sementara itu, Ketua KT Ngudi Rejeki, Suradi menyampaikan pihaknya mendapat Rp96,6 juta guna membangun PIS dengan rincian komponen PIS antara lain sumur bor, pompa, bak penampung, jaringan listrik, dan jaringan pipa distribusi air. Di laih pihak, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan apabila masyarakat Gunungkidul masih memerlukan bantuan PIS maka dapat menyampaikan permohonan ke DPP Gunungkidul, termasuk bantuan lain seperti benih atau alat pertanian.
Infrastruktur pertanian berupa sumur bor juga sebelumnya telah dibangun di Kapanewon Karangmojo. Sasarannya adalah KT Ngudi Rejeki, Kalurahan Jetis. Sumur tersebut dibangun dengan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023 senilai Rp288,7 juta. Pembangunannya meliputi sumur, pompa air submesible, bak penampung, dan jaringan distribusi air.
Pembangunan sumur bor sebagai irigasi air tanah KT Ngudi Rejeki ditempatkan di tiga titik lahan yang berbeda. Diharapkan masing-masing titik mampu memberikan suplesi air irigasi paling tidak untuk 5 hektare luasan lahan.
Sunaryanta yang juga meresmikan sumur bor di Kalurahan Jetis menegaskan penopang utama perekonomian di Gunungkidul adalah pertanian karena sebanyak 70% warganya bekerja di sektor pertanian.
Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Handoko mengatakan secara umum kondisi jaringan irigasi di Bumi Handayani tergolong tua. Ada jaringan yang dibangun sejak 1927.
Handoko menjelaskan bahwa ada sekitar 76% jaringan irigasi di Gunungkidul dalam kondisi rusak. Dengan begitu hanya 24% jaringan dalam kondisi benar-benar baik atau memiliki nilai di atas 90.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Simak rekomendasi 9 mobil van terbaik di Indonesia mulai dari Wuling Formo, Gran Max, Hiace Premio hingga Mercedes-Benz V-Class. Cocok untuk keluarga maupun bis
CEO OpenAI Sam Altman menyebut dunia telah memasuki era singularitas AI. Pernyataan itu memicu perdebatan baru tentang manfaat dan risiko kecerdasan buatan bagi
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen