130 Warga Sleman Keracunan Usai Hajatan, Ini Hasil Uji Laboratoriumnya
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto (dua dari kiri) bersama Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto dan Wakil Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini sedang mencoba durian hasil pertanian di Kawasan Nglanggeran pada Jumat (1/3/2024). Pertanian hortikultura tersebut berada di bawah monitoring Taman Teknologi Pertanian yang menjadi pusat pembelajaran. Istimewa/Diskomifo Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan perlu ada optimasi lahan dengan memaksimalkan penggunaan lahan dengan pembangunan sumber-sumber air seperti sumur bor. Sumur tersebut dapat menjadi sumber air untuk pertanian pangan dan hortikultura.
Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan saat ini pihaknya sedang mendata jumlah sumur bor termasuk kekurangannya sebagai salah satu sumber air. Pasalnya, dia mengaku sumur bor yang saat ini ada dibangun bukan hanya dari DPP namun juga dari DPUPRKP, Pemerintah Desa dengan Dana Desa, dan sumber lainnya. “Lahan pertanian yang luas perlu didukung dengan pembangunan sumur bor dan sebagainya agar bisa tanam sepanjang tahun tanpa tergantung musim hujan,” kata Rismiyadi dihubungi, Jumat (1/3/2024).
Salah satu pertanian hortikultura di Gunungkidul yang menggunakan sumur bor dapat dilihat di Kawasan Nglanggeran. Di sana, petani menanam durian dan kakao di bawah monitoring Taman Teknologi Pertanian (TTP).
Rismiyadi menjelaskan TTP memiliki program utama melakukan diseminasi teknologi pertanian, terutama dalam hal pengolahan produk pertanian berbahan dasar kakao. Sampai saat ini, kata dia ada beberapa varian minuman dan makanan kecil berbahan dasar kakao. Bahkan juga susu kambing etawa dari sektor peternakan.
Baca Juga
Jaga Ketahanan Pangan Petani Gunungkidul Diminta Optimalkan Lahan Pekarangan
Alokasi Pupuk Bersubsidi di Gunungkidul 2024 Capai 20.460 Ton
Duh, 76% Jaringan Irigasi Pertanian di Gunungkidul Rusak
Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto mengatakan Gunungkidul masih membutuhkan sumur bor untuk pengairan lahan. Pasalnya, pertanian holtikultura menjadi andalan di Kabupaten Gunungkidul.
Dalam kunjungan kerja dari pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI pada Jumat 1 Maret 2024, Heri mengaku masih perlu dukungan untuk meningkatkan sektor pertanian di Bumi Handayani.
Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto menyinggung perihal pertanian hortikultura utamanya durian di Kawasan Nglanggeran. Kata dia, permintaan durian saat ini cukup tinggi baik untuk lokal maupun ekspor. “Dan untuk jenis durian yang dikembangkan di Gunungkidul ini termasuk dengan jenis-jenis premium dan dapat dipasarkan untuk kualitas ekspor karena permintaan saat ini cukup tinggi utamanya ke China,” kata Prihasto.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini mengapresiasi hasil pertanian holtikultura di Kawasan Nglanggeran.
“Kami datang disuguhkan dengan berbagai macam jenis buah durian yang ada di Gunungkidul,” kata Erma. Dia berharap ada inovasi pengolahan buah durian dari Nglanggeran ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Bareskrim memastikan blackout di Sumatra bukan sabotase, melainkan dampak cuaca ekstrem yang merusak jaringan transmisi listrik di Jambi.
JAECOO telah mengirimkan 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia. SUV listrik ini dibanderol mulai Rp279,9 juta.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.