Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Petugas merapikan pupuk di pabrik PT Pupuk Kujang. - ANTARA/Ali Khumaini
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul menyatakan alokasi pupuk subsidi untuk petani di Gunungkidul cukup di tahun 2024. Hal ini mengacu pada alokasi dan serapan pupuk subsidi tahun 2023.
Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan alokasi pupuk subsidi tahun 2024 hampir sama jumlahnya dengan tahun 2023. Tahun ini, alokasi pupuk bersubsidi di Gunungkidul di angka 20.460 ton, terdiri atas urea mencapai 12.390 ton dan NPK mencapai 8.070 ton. Realisasi tahun 2023 untuk pupuk urea mencapai 13.863 ton dan NPK 8.494 ton.
BACA JUGA : Sudah Setahun Kartu Tani Tidak Bisa Digunakan, Petani Bantul Mengeluh
Pemerintah Pusat Pemerintah memutuskan untuk menaikkan kuantum pupuk pada anggaran tahun 2024 dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Terkait rencana ini, Rismiyadi masih menunggu arahan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKH) Provinsi. Pasalnya, kebijakan distribusi atau alokasi pupuk sifatnya berjenjang.
Petani dapat mengakses melalui kelompok tani (KT). Dengan begitu, petani perlu berkelompok terlebih dahulu. Nantinya, menebus pupuk dapat menggunakan kartu tani. “Penebusan bisa perseorangan maupun kelompok tergantung kesepakatan dengan kelompok dan kios,” kata Rismiyadi dihubungi, Selasa (27/2/2024).
Rismiyadi menambahkan apabila seseorang belum memiliki kartu tani maka dia dapat menggunakan KTP guna mengakses pupuk subsidi dengan syarat dan ketentuan khusus seperti terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Pada tahun 2023, Kabupaten Gunungkidul menjadi kabupaten terbaik pertama dalam pengelolaan kartu tani. Pengelolaan yang dia maksud yaitu partisipasi petani dan kios dinilai baik, mengacu versi Bank BRI yang menjadi operator kartu tani.
“Pemerintah menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi dan terus mengupayakan agar kebutuhan petani tercukupi. Penyuluh pertanian siap membantu melakukan pendampingan,” katanya.
Ketua Taruna Tani Jaka Berek, Marsudi membenarkan petani juga dapat mengakses pupuk subsidi dengan KTP. Kelompoknya juga telah mengakses pupuk urea dan NPK tahun 2023. “Mudah mengaksesnya, bisa pakai KTP tapi KTP tersebut sudah terdaftar di Simhultan [Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian],” kata Marsudi.
Meski begitu, Marsudi tidak menampik kelompoknya yang mewadahi petani muda juga memiliki kendala dalam menebus pupuk subsidi. Kata dia, kurangnya modal kelompok kadang menjadi salah satu kendalanya. "Ya kalau petani yang sudah sepuh-sepuh kadang tidak ada pembukuan. Jadi tidak saving budget. Beda kalau skalanya buat usaha," katanya,
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Peretas curi 30 TB data militer dari IMCO, pemasok tank Merkava Israel. Dokumen sensitif dan cetak biru senjata diduga bocor dalam serangan siber ini.
Setir mobil terasa berat? Kenali 8 penyebab utama, mulai dari pompa power steering hingga tekanan ban, serta 5 cara mengatasinya untuk keselamatan Anda.
Qualcomm naikkan harga chip mulai September 2026. Dampaknya, harga HP flagship Samsung, laptop, dan gawai pintar dipastikan ikut melonjak.
Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia. Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara hingga pengganti definitif d
Mercedes terancam dilarang jual di AS karena kepemilikan saham China di atas 20%. RUU Senat batasi 15%, namun sinyal tak akan larang merek ini.