KA Bandara YIA 27 September: Cek 24 Jadwal ke Jogja dan YIA
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama puluhan Masyarakat Kauman, Gilangharjo, Pandak, Bantul menggelar tradisi membersihkan batu yang sempat digunakan Panembahan Senopati untuk bertapa di Petilasan Gilanglipuro, Minggu (10/3/2024)./ Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan Masyarakat Kauman, Gilangharjo, Pandak, Bantul menggelar tradisi membersihkan batu yang sempat digunakan Panembahan Senopati untuk bertapa di Petilasan Gilanglipuro, Minggu (10/3/2024). Tradisi membersihkan batu itu digelar untuk menyambut bulan Ramadan.
Juru Kunci Petilasan Gilanglipuro, Untoro mengungkapkan kegiatan membersihkan Watu Gilang sebelum memasuki bulan Ramadan merupakan tradisi turun temurun. Tradisi tersebut mengikuti perintah dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Adapun rangkaian membersihkan Watu Gilang diawali dengan doa bersama yang dipimpin dirinya. Setelah itu, masyarakat batu tersebut dengan cara mengguyur menggunakan air sumur bergantian. Termasuk Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang hadir dalam acara tersebut.
“Diharapkan kotoran-kotoran di dalam (lokasi watu gilang) bisa bersih. Dan ini adalah tradisi masyarakat disini,” katanya.
Baca Juga
Para Diaspora Merasakan Jejak Nenek Moyang di Petilasan Watu Gilang
Kotagede Akan Ditata, Ini Konsepnya
Menelusuri Jejak Keislaman di Kraton Jogja dan Kadipaten Pakualaman
Watu Gilang sendiri, tidak lepas dari keberadaan Danang Sutawijaya (Panembahan Senopati). Danang, kata dia, saat itu mendapatkan wahyu Mataram Islam di Kauman, Gilangharjo. Setelah itu Danang diminta oleh Ki Ageng Pemanahan mengembara ke hutan Mentaok. Dan, saat gembara, Danang Sutawijaya menemukan sumber air di sebuah batu. “Lalu Danang Sutawijaya bertapa dan mendapatkan wahyunya,” papar Untoro.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang turut hadir dalam acara jamasan ini menuturkan dari penelusuran berbagai sumber sejarah, Bantul merupakan cikal bakal Kerajaan Mataram Islam.
Hal ini juga terbukti dengan banyaknya situs dan petilasan, serta upacara adat yang ada di Kabupaten Bantul. Menurutnya, sejarah peradaban tersebut disampaikan melalui petilasan-petilasan agar manusia tidak lupa dengan asal muasalnya.
“Upacara ini penting bagi kita, tidak hanya bagi masyarakat bantul, tetapi masyarakat Yogyakarta agar kita tidak melupakan sejarah asal muasal kita sendiri,” kata Bupati Halim.
Pemkab Bantul, lanjut Halim masyarakat Bantul berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan tradisi. “Termasuk pandangan-pandangan hidup yg merupakan peradaban adiluhung Mataram Yogyakarta,” ucap Bupati Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.