iPhone Air 2 Bocor, Bawa Chip 2nm dan Kamera Ultrawide 48 MP
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama puluhan Masyarakat Kauman, Gilangharjo, Pandak, Bantul menggelar tradisi membersihkan batu yang sempat digunakan Panembahan Senopati untuk bertapa di Petilasan Gilanglipuro, Minggu (10/3/2024)./ Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Puluhan Masyarakat Kauman, Gilangharjo, Pandak, Bantul menggelar tradisi membersihkan batu yang sempat digunakan Panembahan Senopati untuk bertapa di Petilasan Gilanglipuro, Minggu (10/3/2024). Tradisi membersihkan batu itu digelar untuk menyambut bulan Ramadan.
Juru Kunci Petilasan Gilanglipuro, Untoro mengungkapkan kegiatan membersihkan Watu Gilang sebelum memasuki bulan Ramadan merupakan tradisi turun temurun. Tradisi tersebut mengikuti perintah dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Adapun rangkaian membersihkan Watu Gilang diawali dengan doa bersama yang dipimpin dirinya. Setelah itu, masyarakat batu tersebut dengan cara mengguyur menggunakan air sumur bergantian. Termasuk Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang hadir dalam acara tersebut.
“Diharapkan kotoran-kotoran di dalam (lokasi watu gilang) bisa bersih. Dan ini adalah tradisi masyarakat disini,” katanya.
Baca Juga
Para Diaspora Merasakan Jejak Nenek Moyang di Petilasan Watu Gilang
Kotagede Akan Ditata, Ini Konsepnya
Menelusuri Jejak Keislaman di Kraton Jogja dan Kadipaten Pakualaman
Watu Gilang sendiri, tidak lepas dari keberadaan Danang Sutawijaya (Panembahan Senopati). Danang, kata dia, saat itu mendapatkan wahyu Mataram Islam di Kauman, Gilangharjo. Setelah itu Danang diminta oleh Ki Ageng Pemanahan mengembara ke hutan Mentaok. Dan, saat gembara, Danang Sutawijaya menemukan sumber air di sebuah batu. “Lalu Danang Sutawijaya bertapa dan mendapatkan wahyunya,” papar Untoro.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang turut hadir dalam acara jamasan ini menuturkan dari penelusuran berbagai sumber sejarah, Bantul merupakan cikal bakal Kerajaan Mataram Islam.
Hal ini juga terbukti dengan banyaknya situs dan petilasan, serta upacara adat yang ada di Kabupaten Bantul. Menurutnya, sejarah peradaban tersebut disampaikan melalui petilasan-petilasan agar manusia tidak lupa dengan asal muasalnya.
“Upacara ini penting bagi kita, tidak hanya bagi masyarakat bantul, tetapi masyarakat Yogyakarta agar kita tidak melupakan sejarah asal muasal kita sendiri,” kata Bupati Halim.
Pemkab Bantul, lanjut Halim masyarakat Bantul berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan tradisi. “Termasuk pandangan-pandangan hidup yg merupakan peradaban adiluhung Mataram Yogyakarta,” ucap Bupati Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Basarnas mengevakuasi 232 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenep. Sebanyak 227 orang selamat dan lima meninggal dunia.
DPC PKB Sleman periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pengurus baru langsung menargetkan kemenangan Pemilu 2029 dan memperkuat konsolidasi partai.
Menhan sementara Iran menegaskan setiap ancaman dari musuh dianggap nyata. Teheran juga menyatakan siap mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional.
Bahlil Lahadalia menegaskan Golkar tetap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dan menargetkan kenaikan kursi legislatif pada pemilu mendatang.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.