Pohon Tumbang Dominasi Kejadian Bencana di Bantul pada Februari 2024

Jumali
Jumali Selasa, 12 Maret 2024 15:07 WIB
Pohon Tumbang Dominasi Kejadian Bencana di Bantul pada Februari 2024

Arsip-Proses evakuasi pohon tumbang di Bantul, Rabu (27/4/2022)./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mencatat 31 kejadian bencana yang tertangani pada Februari 2024. Jumlah itu, lebih rendah dari jumlah kejadian bencana yang ditangani pada Januari 2024 dengan 61 kejadian. Adapun kejadian paling dominan adalah pohon tumbang.

Manajer Pusdalops BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengungkapkan, dari 31 kejadian bencana yang berhasil ditangani pada Februari 2024, didominasi oleh kejadian pohon tumbang yang mencapai 20 kejadian. Sedangkan 5 kejadian lainnya adalah kebakaran, 5 kejadian gerakan tanah, dan 1 kejadian kebanjiran.

"Untuk total kerugian mencapai Rp187,8 juta dan 1 korban luka. Sementara untuk 1 kejadian kebanjiran yang terjadi pada bulan Februari adalah di SD Pucung, Wukirsari pada Rabu (28/2/2024) lalu," kata Aka, Selasa (12/3/2024).

Berkaca kepada masih banyaknya kejadian bencana tersebut, maka BPBD Bantul memperpanjang status siaga bencana darurat hidrometeorologi hingga 31 Mei 2024.

"Disamping juga karena ada rekomendasi dari BMKG terkait adanya potensi adanya cuaca ekstrem hingga Mei mendatang," terang Kepala Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol.

Antoni menambahkan, perpanjangan status ini juga menjadi bagian dari mitigasi bencana. Diharapkan, saat ada musibah atau bencana alam, maka penanganan akan lebih dapat dioptimalkan.

BACA JUGA: Gerakan Tanah Dominasi Kejadian Bencana pada Bulan Januari di Bantul

“Tentu kita tidak ingin ada bencana. Tapi, kita tetap harus mewaspadai. Selain itu, jika ada bencana kita bisa langsung meluncur dan melakukan penanganan dengan cepat,” imbuh Antoni.

Kepala BPBD Bantul Agus Yuli Herwanta mengungkapkan, semua personel saat ini siap dan siaga, utamanya untuk menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi. Selain itu, Agus Yuli juga berharap agar masyarakat juga berperan aktif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi di wilayahnya.

Untuk mengantisipasi adanya banjir, BPBD Bantul meminta warga untuk memastikan kebersihan di lingkungan sekitar rumah, serta memastikan salurah-saluran air tidak ada yang tersumbat.

"Kami minta masyarakat memotong dahan dan ranting pohon yang telah rimbun. Agar kemungkinan pohon tumbang bisa diminimalisasi,” ucap Agus Yuli.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online