Advertisement

Gerakan Tanah Dominasi Kejadian Bencana pada Bulan Januari di Bantul

Jumali
Kamis, 22 Februari 2024 - 13:47 WIB
Ujang Hasanudin
Gerakan Tanah Dominasi Kejadian Bencana pada Bulan Januari di Bantul Ilustrasi-Kondisi rumah Suryanto yang jebol terkena material longsor. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul telah merilis jumlah kejadian bencana yang terjadi selama Januari 2024.

Sejauh ini, kejadian kebencanan yang terjadi di Bumi Projotamansari pada Januari 2024, didominasi gerakan tanah. 

Advertisement

Manajer Pusdalops BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan, berdasarkan data di Pusdalops BPBD Bantul selama Januari, ada 61 kejadian kebencanaan, dengan total kerugian mencapai Rp2,6 miliar dan menyebabkan tiga korban luka.

Adapun perincian 61 kejadian tersebut terdiri dari, 13 kejadian kebakaran, 32 kejadian gerakan tanah, 2 kejadian banjir, 5 kejadian angin kencang dan 9 kejadian pohon tumbang.

“Untuk dampaknya. Ada 119 rumah, 51 jaringan listrik, 17 tempat usaha dan 147 lainnya,” kata Aka Luk Luk Firmansyah, Kamis (22/2/2024).

Sementara untuk layanan non kebencanaan, Aka mengungpkan pada Januari 2024 ada 173 layanan animal rescue, 2 layanan human rescue, 6 layanan pelepasan cincin, 1 layanan penyemprotan jalan, dan 1 layanan lainnya.

Khusus untuk 173 layanan animal rescue, lanjut dia, ada 117 titik pembasmian sarang tawon, 39 titik ular, 8 titik kucing, 1 titik untuk burung dan 8 titik untuk biawak.

BACA JUGA: DIY Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga Akhir Februari

“Untuk korban ada 2 orang meninggal dunia, 5 luka-luka dan lima korban sengatan lebah,” imbuh Aka.

Dua Kebakaran di Februari

Sementara Kepala Bidang Damkarmat BPBD Bantul, Irawan Kurnianto menambahkan, hingga 22 Februari 2024, ada dua kejadian kebakaran yang ditanganinya pada bulan ini. “Untuk total kerugian, Rp50,5 juta,” terang Irawan.

Meski cukup rendah kejadian kebakaran yang terjadi pada Februari 2024, namun Irawan mengimbau masyarakat untuk terus mengantisipasi terjadinya kebakaran.

Sejauh ini Damkarmat juga telah berupaya memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan kebakaran kepada warga, baik berupa pembekalan teori dan keterampilan terkait teknik pemadaman kebakaran.

Damkarmat, lanjut Irawan, juga mengoptimalkan 8 mobil kebakaran di 7 pos pemadam kebakaran yang ada di Kabupaten Bantul.

"Kami imbau warga untuk tidak  meninggalkan api pembakaran sebelum dipastikan api tersebut telah padam. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran,” ucap Irawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Bidik Dugaan Penggelembungan Harga APD Covid-19

News
| Sabtu, 20 April 2024, 14:17 WIB

Advertisement

alt

Kota Isfahan Bukan Hanya Pusat Nuklir Iran tetapi juga Situs Warisan Budaya Dunia

Wisata
| Jum'at, 19 April 2024, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement