Sensus Ekonomi 2026 Mulai Digelar, BPS Jogja Data Usaha Digital
BPS Kota Jogja menggandeng RT/RW untuk mencegah penolakan saat Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha digital jadi fokus utama.
Foto ilustrasi sakit perut/keracunan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja terus memperkuat pengawasan terhadap higienitas di Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) setelah insiden keracunan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Kesehatan Olahraga (KLK3O) Dinkes Kota Jogja, Nur Wara Gunarsih mengatakan hingga akhir tahun ini ada 42 tempat yang akan mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Pengawasan telah kami lakukan terhadap belasan SPPG yang sudah beroperasi sejak pertengahan September 2025. Saat persiapan sarana prasarana, penyiapan, pemasakan, pemorsian, hingga distribusi sudah sesuai dengan kaidah higiene sanitasi pangan,” katanya, Senin (3/11/2025).
Nur Wara menambahkan hingga saat ini sudah ada 12 SPPG yang memperoleh SLHS, dan satu lainnya sedang dalam proses penerbitan.
“Karena kami memiliki 14 mitra binaan gizi [MBG]. Pelaku usaha, asosiasi, atau paguyuban bisa mendorong pelaku usaha jasa boga untuk ber-SLHS agar keamanan pangan lebih terjamin,” katanya.
Kasubag Tata Usaha Puskesmas Umbulharjo 1, Faryani menyampaikan pihaknya melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap pengelolaan SPPG yang ada di wilayahnya, termasuk dalam hal uji higienis.
“Kami hanya memberi masukan kepada Dinkes dan puskesmas untuk mendampingi higienitas di SPPG ini. Saat visitasi ada beberapa yang perlu kita evaluasi. Harapannya secara berkala bisa sowan ke sana agar tidak terjadi lagi hal seperti kemarin, karena ini program yang baik untuk anak-anak,” ujarnya.
Faryani menjelaskan pendampingan terhadap SPPG tidak hanya dilakukan di wilayah Puskesmas Umbulharjo 1, tetapi juga mencakup beberapa puskesmas lain dalam wilayah kerja yang dilayani oleh puskesmas tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Kota Jogja menggandeng RT/RW untuk mencegah penolakan saat Sensus Ekonomi 2026. Pendataan usaha digital jadi fokus utama.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.