Wisatawan Malaysia Hilang Saat Menyelam, Basarnas Perluas Pencarian
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.
Foto ilustrasi Dua nelayan di Pantai Ngandong, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, merapikan jaring yang digunakan untuk menangkap ikan. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul menyiapkan nelayan pemula agar professional dengan memberikan pelatihan kepada 20 nelayan. Hal ini agar mereka mahir mengoperasikan kapal sehingga dapat menangkap ikan di pantai selatan secara optimal.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Wahid Supriyadi di Gunungkidul, Kamis, mengatakan pelatihan yang dilakukan berupa pengoperasian kapal yang lebih besar dibandingkan dengan kapal yang biasa digunakan. "Materi pengenalan armada dan alat tangkap serta dasar-dasar keselamatan pelayaran," kata Wahid.
Ia mengatakan DKP Gunungkidul berupaya menyiapkan nelayan supaya menguasai teknologi ikan tangkap sehingga pada saat pengoperasian Pelabuhan Gesing, mereka tidak hanya menjadi penonton, tapi pelaku.
Potensi perikanan pantai selatan di Gunungkidul sangat tinggi, sehingga nelayan dipersiapkan secara optimal. Saat ini, total nelayan di Gunungkidul sebanyak 2.276 orang. Mereka harus dibekali teknologi penangkapan ikan, sehingga mereka bisa bekerja secara profesional.
"Untuk itu, kami melakukan peningkatan kapasitas dan kompetensi para nelayan lokal agar warga atau nelayan lokal tidak hanya sekedar menjadi penonton saja dengan potensi daerah yang dimiliki," katanya.
BACA JUGA: Respons Gibran Soal Kaesang Pangarep Masuk Bursa Calon Wali Kota Solo
Wahid juga mengatakan DKP Gunungkidul membentuk rumah tangga nelayan yang tergabung dalam kelompok pengolah pemasar dan diberikan pelatihan pengolahan hasil perikanan yang nantinya bisa memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan.
“Hasil tangkapan ikan diharapkan tidak hanya dijual untuk memenuhi permintaan pasar, tapi bisa diolah oleh kelompok pengolah pemasar. Sehingga memiliki nilai lebih dan meningkatkan pendapatan mereka," katanya.
Wahid mengatakan nelayan Gesing akan mendapatkan bantuan kapal sekoci dari Pemerintah Pusat. “Beberapa waktu lalu kami mengusahakan dan mengusulkan agar kelompok nelayan mendapatkan bantuan kapal sekoci dari DKP DIY dan dapat bantuan tersebut. Saat kunjungan kementerian dan DPR RI itu, kami juga mendapatkan tambahan bantuan kapal sekoci. Saat ini, kami tindak lanjuti dengan mencari kelompok nelayan yang siap dan bisa mengoperasionalkan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basarnas Banda Aceh membagi empat tim untuk mencari Ho Wee Han, wisatawan Malaysia yang hilang saat menyelam di perairan Sabang.
Ai Ogura bersiap comeback pada MotoGP Austria 2026 setelah absen dua seri akibat cedera tangan. Ia tak memasang target tinggi dan membidik kesiapan menuju MotoG
Nubia NaviX Ultra resmi meluncur di China dengan Doubao AI Agent, Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera 200 MP, dan baterai 7.100 mAh.
Lewis Hamilton menyatakan dukungan kepada Macklemore setelah rapper tersebut dicoret dari sisa tur Ed Sheeran akibat pernyataan dukungan terhadap Palestina.
Xiaomi 18 Pro muncul di Geekbench dengan skor 3.619 single-core dan 11.842 multi-core. Chipset yang diuji memiliki dua core hingga 5,01 GHz.
Rumah sudah dibeli tetapi sertifikat masih atas nama pemilik lama? Simak risiko administrasi, proses balik nama, dan layanan PERINTIS 10 hari ATR/BPN.