Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman terus berupaya mengendalikan kasus antraks yang terjadi Padukuhan Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan. Selain berupaya memberikan vaksinasi, untuk pencegahan juga sudah memberikan antibiotik terhadap ratusan ternak di lokasi temuan kasus.
Kepala Dinas Pertanian Pangan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan, kasus antraks ditemukan di Kalinongko Kidul. Kepastian ini setelah ada sembilan ekor ternak milik warga yang mati secara mendadak.
Selain itu, berdasarkan pengambilan sampel tanah di sekitar lokasi juga dinyatakan positif adanya antraks oleh tim dari Balai Besar Veteriner Wates. Pasca-adanya temuan kasus ini, pihaknya langsung mengambil tindakan pencegahan.
Langkah pertama menyiapkan program vaksinasi ternak. Adapun pelaksanaannya masih dikoordinasikan dengan Pemerintah DIY dan Kementerian Pertanian.
“Ada program vaksinasi ternak di area kasus temuan antraks,” kata Suparmono kepada wartawan, Jumat (15/3/2024).
Selain program vaksinasi juga ada upaya pencegahan adanya ternak yang mati mendadak. Antisipasi ini dilakukan dengan memberikan anti biotik terhadap ternak warga di lingkungan yang terpapar antraks.
Suparmono mengakui hingga sekarang sudah ada 143 ekor sapi dan 224 ekor kambing. “Pengobatan dan pemberian vitamin ini sebagai upaya mencegah adanya ternak yang mati serta menekan laju penularan,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Antraks, Bupati Sleman Minta Segera Dilakukan Vaksinasi Ternak
Dia menambahkan, untuk mengetahui seberapa jauh area paparan, BB Vet kembali mengambil sampel tanah di sekitar lokasi temuan kasus. Hingga sekarang, pihaknya masih menunggu hasil pengujian sampel baru tersebut.
“Upaya pencegahan juga dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada Masyarakat terkait dengan Kesehatan ternak. Salah satunya melaporkan pada saat adanya ternak yang sakit secara mendadak,” katanya.
Diketahui kasus antraks ini muncul mulai 2 Februari 2024. Sala satu ternak milik Wagiman di Kalinongko Kidul mati secara mendadak. Hingga 24 Februari total ada enam ekor kambing dan seekor sapi yang dimiliki mati.
Adapun dua kambing lainnya merupakan milik Warno Miharjo. Dukuh Kalinongko Kidul, Marjoko mengatakan, beberapa ternak yang sakit ini, pada saat sekarat disembelih kemudian dagingnya dibagikan ke warga. Tradisi brandu inilah yang menjadi penyebab munculnya kasus antraks di wilayahnya.
“Tidak hanya warga di Kalinongko Kidul, tapi warga Kayoman di Kalurahan Serut, Gedangsari yang saling berdekatan juga ikut mengkonsumsi daging hasil brandu,” katanya.
Menurut dia, sudah ada upaya penanganan untuk pencegahan. Warga yang bergejala seperti mual-mual atau diare sudah diberikan pengobatan. “Saat kasus dugaan muncul langsung ada penangan dari Pemkab Sleman, Gunungkidul dan Pemerintah DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Hasil Belgia vs Prancis berakhir 0-1. Michael Olise mencetak gol menit ke-88 dan membawa Les Bleus ke puncak Grup A1.
Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 hari ini menghadirkan Thailand vs Vietnam. Simak jam pertandingan dan persaingan Grup B.
Joan Mir meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Gresini pada MotoGP 2027. Ia mengaku sempat berharap Honda kembali kompetitif.
Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026 menampilkan Amri/Nita dan Leo/Daniel. Simak jam, lawan, venue, dan siaran langsung.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.