Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Sejumlah sukarelawan saat mengevakuasi pohon tumbang dampak hujan deras dan angin kencang di Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana yang disebabkan adanya cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Upaya mitigasi dilakukan agar saat terjadi bencana dampaknya dapat ditekan sekecil mungkin.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG berkaitan dengan update terkini kondisi cuaca di Kabupaten Sleman. Perkembangan ini menjadi salah satu acuan dalam upaya mitigasi bencana. “Potensi cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat petir dan angin kencang masih mungkin terjadi,” katanya, Jumat (15/3/2024).
Dia mencontohkan, pada Sabtu (16/3/2024) dan Minggu (17/3/2024) masih ada potensi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang dan petir. Potensi ini menyasar ke beberapa kapanewon seperti Sleman, Mlati, Turi, Tempel dan Minggir. “Berdasarkan prakiraan dari BMKG potensi hujan di Sleman terjadi pada siang dan sore hari,” ungkapnya.
Menurut Bambang kewaspadaan dan kesiapsiagaan dibutuhkan untuk mengurangi risiko saat terjadi bencana yang disebakan karena cuaca ekstrem. Pasalnya, saat terjadi hujan lebat yang disertai dengan angin sering terjadi musibah mulai dari pohon tumbang, potensi banjir dan longsor.
Dia mencontohkan, hujan yang terjadi pada Kamis (15/3/2024) menyebabkan pohon tumbang di sejumlah kapanewon seperti Ngaglik, Ngemplak dan Moyudan. “Pohon tumbang ini tidak hanya menimpa rumah, tapi juga ada yang mengenai instalasi listrik. Namun, untuk saat ini sudah terkondisikan semua,” katanya.
BACA JUGA: Hujan Lebat Angin Kencang: 75 Pohon Tumbang, 28 Rumah Terdampak dan 1 Orang Luka Berat
Bambang menambahkan, guna mengurangi risiko bencana akibat dari cuaca ekstrem, warga bisa mengambil tindakan dengan memangkas dahan dan ranting pohon di sekitar rumah yang relah rimbuh. Langkah ini sebagai upaya mengurangi potensi pohon ambruk karena embusan angin kencang. “Untuk risiko banjir bisa dilakukan dengan memastikan saluran air di sekitar rumah lancar. Kalau ada sumbatan harap dibersihkan,” katanya.
Terpisah, Kepala BMKG Yogkayarta, Warjono mengatakan, untuk saat sekarang masih masuk musim hujan. Dalam beberapa hari ke depan juga masih ada potensi cuaca ekstrem sehingga perlu diwaspadai untuk mengurangi risiko terjadinya bencana. “Kami terus melakukan update terkini cuaca dan hasilnya diinformasikan ke publik,” kata Warjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.