Hanya Satu Calon, Pendaftaran Pilur di Gunungkidul Akan Diperpanjang
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Petugas kesehatan memberikan vaksin antraks di Padukuhan Nawung, Gayamharjo, Sleman, Selasa (19/3/2024)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Temuan kasus antraks di Gunungkidul kembali bikin geger. Ironisnya, di Balai Besar Veteriner (BB Vet) Wates, justru ada ribuan dosis vaksinasi antraks yang kedaluwarsa karena tak terpakai.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala BB Vet Wates, Hendra Wibawa. Saat dikonfirmasi, dia membenarkan adanya vaksin antraks yang tersimpan telah memasuki masa kedaluwarsa. Terkait dengan jumlah, dia mengakui ada sekitar 1.000 vaksin yang masa izin beredarnya habis.
“Masa berlakunya hanya setahun dan vaksin ini pemberian dari Pak Menteri saat kasus antraks di Gunungkidul di 2023. Yang jelas, vaksin kedaluwarsa ini akan dimusnahkan,” katanya.
Saat ditanya soal pemanfaatan vaksin antraks tersebut, dia mengaku sudah melayangkan surat kepada dinas terkait di kabupaten maupun kota di DIY, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Faktanya, memang belum semuanya mengakses sehingga ada stok vaksin yang tak terpakai. “BB Vet Wates menangani wilayah di DIY, Jateng dan Jatim. Untuk kasus, sebelum Sleman dan Gunungkidul, ada temuan kasus di Pacitan dan Wonogiri,” katanya.
Terkait dengan hal itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah mengaku heran adanya vaksin antraks yang tidak terpakai hingga masa beredarnya habis tersimpan di BB Vet Wates. Dia berharap kasus ini tidak terulang kembali agar penanggulangan antraks dapat dimaksimalkan.
“Stok ini harusnya dimanfaatkan untuk pencegahan dengan rutin memberikan vaksin, maka penyebaran antraks dapat dicegah. Kalau sudah kedaluarsa, maka tidak bisa dipakai,” kata Nasrullah saat meninjau lokasi vaksinasi antraks di Padukuhan Nawung, Gayamharjo, Prambanan, Selasa (19/3/2024).
Menurut dia, dengan stok yang ada seharusnya bisa dimaksimalkan untuk pencegahan penyakit ini. Oleh karena itu, dia meminta dinas di daerah agar melakukan vaksinasi secara rutin dikarenakan spora antraks bisa bertahan lama.
“Untuk stok tidak masalah karena kita bisa membuat vaksin sendiri. Tetapi, pada saat meminta harus benar-benar dipergunakan, jangan sampai ada yang tersisa,” katanya.
BACA JUGA: Kasus Antraks, Bupati Sleman Minta Segera Dilakukan Vaksinasi Ternak
Nasrullah mengakui wilayah DIY termasuk endemic antraks. Hal ini harus terus diwaspadai dikarenakan kasus dapat muncul sewaktu-waktu. “Makanya vaksinasi jangan sampai kendor dan harus terus dilakukan. Tapi, saya juga mengingatkan jangan sampai ada yang sampai tersimpan hingga kedaluwarsa,” katanya.
Sementara itu, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyatakan komitmennya untuk pencegahan dan penanggulangan antraks di Bumi Sembada. Dia meminta program vaksinasi bisa dioptimalkan sehingga penyebaran kasus dapat benar-benar dikendalikan.
Selain itu, dia meminta kepada masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian ternak sakit ke pos Kesehatan hewan terdekat. “Jangan disembelih karena bisa menjadi penyebab penyebaran penyakit. Kalau ada yang sakit segera laporkan agar bisa secepatnya ditangani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul memastikan pendaftaran bakal calon lurah akan diperpanjang jika hanya ada satu pendaftar. Sejumlah kalurahan masih menunggu tambahan calon hi
Lima wakil Indonesia memulai perjuangan di Taipei Open 2026. Sorotan tertuju pada debut pasangan baru Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu di sektor ganda cam
Agnez Mo perkenalkan pencak silat dan karambit di Reacher Season 4 sebagai promosi budaya Indonesia. Bangga! Simak kisah di balik adegan laga.
28 Juli: Hari Hepatitis Sedunia, Hari Cat Air Sedunia, dan Hari Konservasi Alam. Kenali makna dan ajakan di balik setiap peringatan global ini!
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk Lurah Sidomulyo, Hariyadi