Pedagang Tuna Netra Kini Bisa Jualan Tetap di Pasar Ngasem
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Ilustrasi panen padi - ist/ngawikab.go.id
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyebut potensi panen raya padi di wilayahnya pada April dan Mei mendatang mencapai angka 305.369 ton. Sementara potensi beras pada panen raya di dua bulan itu mencapai 192.993 ton.
Kepala DPKP DIY Hery Sulistio Hermawan mengatakan, secara rinci di bulan April potensi panen padi mencapai 103.493 ton dan di bulan Mei 201.876. Sementara potensi produksi padi dari panen itu di bulan April mencapai angka 65.407 dan bulan Mei 127.586 ton.
BACA JUGA: Luas Panen pada Januari-April 2024 Diprediksi Turun, Ini Penyebabnya
"Kemarin ini memang sudah ada yang panen tapi belum semua," kata Hery, Kamis (21/3/2024).
Menurutnya, panen raya padi di DIY mundur dua bulan lantaran dampak el nino akhir tahun lalu. Pihaknya sudah mendata luasan lahan panen yang ada di wilayahnya dan terus dilaporkan setiap bulannya.
Menurut Hery, ada sejumlah tantangan yang membuat potensi panen raya padi itu menurun yakni berupa luas lahan yang terus menurun setiap tahunnya, kemudian dampak el nino yang mengakibatkan masa tanam dan panen jadi mundur, selanjutnya masa penyiapan lahan yang harus dioptomalkan petani.
"Kami juga sudah mulai inventarisasi lahan tadah hujan utamamanya yang dekat sungai, embung dan sumber air lain. Itu kita data dan lihat apakah sudah ada pompa air atau belum, kalau belum kita adakan bantuan," jelasnya.
Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti mengakui harga beras di wilayahnya masih stabil tinggi dan berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Salah satu penyebabnya adalah bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
BACA JUGA: Sudah Mulai Panen, Harga Gabah Kulonprogo Turun
"Salah satunya di Kudus. Beberapa distributor kita ada yang ambil pasokan beras dari sana, makanya cukup terganggu," kata Syam.
Dia menerangkan, operasi pasar murah akan menjadi andalan bagi Pemda DIY untuk berupaya menstabilkan harga. Ini juga dilakukan untuk memastikan barang kebutuhan pokok mampu dijangkau oleh masyarakat luas.
"Kalau harganya belum turun kita akan gandeng mereka lagi para distributor untuk CSR pasar murah selain dari subsidi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.