Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Panen raya padi di Kabupaten Sleman baru mulai dilaksanakan pada Maret hingga April. Meski demikian, sejumlah petani di Kalurahan Sumberharjo, Prambanan sudah mulai menanam padi untuk masa tanam kedua.
Salah seorang petani Sriyati bersama tiga temannya mulai menanam padi di petak sawah yang tak jauh dari lokasi jalan desa. Benih padi yang sudah disemai ditanam berjajar di petak yang ada.
“Untuk lahan yang lain sudah ada yang selesai ditanam. Tapi, kami sedang memulai menanam di masa tanam kedua,” kata Sriyati, Selasa (26/3/2024) siang.
Menurut dia, di wilayahnya bisa panen lebih awal sehingga setelah padi yang menua dipanen, lahan dibiarkan kosong beberapa saat. Setelah itu, dimulai untuk masa tanam kedua.
“Bisa panen tiga kali. Jadi, ini untuk masa tanam kedua,” katanya.
Sriyati tidak menampik untuk hasil panen pertama termasuk bagus, meski sempat ada serangan hama. Meski demikian, ia mengakui dengan pemeliharaan dan pengobatan secara rutin hasil panen dapat tumbuh dengan baik.
“Mudah-mudahan hasil tanam kedua juga bagus,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Siti Rochayah mengatakan, secara umum di Kabupaten Sleman baru memasuki panen raya. Diperkirakan masa panen ini berlangsung di Maret hingga April mendatang.
Meski demikian, ia tidak menampik untuk Sebagian petani di wilayah Sleman Timur seperti di Kapanewon Prambanan, Ngemplak dan Berbah sudah ada yang memulai untuk masa tanam kedua. Hal ini terjadi karena petani menanam lebih awal sehingga panennya juga lebih cepat dibandingkan masa panen secara keseluruhan di Sleman.
“Jadi yang sudah panen, langsung menyiapkan penanaman di musim tanam kedua. Tujuannya, agar bisa panen tiga kali dalam setahun,” katanya.
Meski demikian, Siti memberikan catatan, panen ketiga bisa terwujud asalkan tidak terjadi el nino sepert yang terjadi di 2023. “Kalau kemarau Panjang, maka akan memberikan dampak terhadap musim tanam di Sleman. Tapi kalau keadaan normal, maka bisa panen tiga kali setahunnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.