DPRD Gunungkidul Soroti Data Kemiskinan, Minta Bansos Tepat Sasaran
DPRD Gunungkidul meminta data kemiskinan diperkuat agar bansos dan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Petugas melakukan ramp check pada bus yang datang dan berangkat di Terminal Tipe A Giwangan, Kamis (21/12/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Organda DIY memastikan sudah mengimbau anggotanya untuk tidak memasang aksesori tambahan berupa klakson telolet pada masa angkutan Lebaran nanti.
Hal ini untuk mengantisipasi munculnya insiden kecelakaan di masa mudik Lebaran mendatang. Pasalnya fenomena klakson telolet kerap menjadi persoalan beberapa waktu terakhir. Suaranya yang keras dianggap mengganggu pengendara lain. Selain itu klakson yang keras dengan nada tertentu itu menjadi daya tarik bagi anak-anak dan tak jarang menimbulkan kecelakaan.
BACA JUGA: Bus Berani Pakai Klakson Telolet, Siap-siap Didenda Rp500.000
Ketua Organda DIY Adi Prasetyo mengatakan, pihaknya dengan tegas melarang penggunaan klakson telolet bagi anggotanya terutama pada masa angkutan mudik Lebaran mendatang. Menurutnya anggota Organda DIY tidak perlu ikut-ikutan dengan fenomena kekinian yang sedang tren.
"Kalau kami jelas dari Organda melarang dan tidak mewajibkan ikut fenomena kekinian karena klakson yang bawaan juga sudah cukup fungsinya," jelas Adi, Rabu (27/3/2024).
Menurut Adi, penggunaan sejumlah perlengkapan pada kendaraan angkutan sudah diatur seperti lampu utama yang tak boleh lebih dari atau sama dengan 12.000 candela, termasuk klakson yang sesuai aturan paling rendah 83 desibel dan paling tinggi atau maksimal yaitu 118 desibel.
"Tetap pakai klakson biasa saja, yang standar bawaan pabrik sudah sangat cukup ga perlu lagi ada aksesori dan suara lain yang buat bising dan tidak nyaman kendaraan lain," katanya.
Selain itu, Adi menyatakan penggunaan klakson telolet yang dibunyikan oleh pengendara bus biasanya menggunakan bantuan angin yang menimbulkan tekanan, penggunaannya juga akan berpengaruh terhadap rem yang juga menggunakan bantuan itu.
"Dari awal kami dalam internal PO tidak setuju fenomena itu dan tidak dianjurkan juga," jelasnya.
BACA JUGA: Sejumlah Personel Diterjunkan Amankan Wisata Pantai di Libur Lebaran
Adi menambahkan, setiap bus apalagi kendaraan angkutan telah melalui ramp check yang digelar sebelum mengangkut para pemudik. Setiap enam bulan sekali juga ada pengujian terhadap perlengkapan kendaraan apakah sesuai dengan aturan yang berlaku atau tidak.
"Kalau ada klakson tambahan ada tindakan untuk melepas dari petugas," imbuhnya.
Pada masa mudik Lebaran mendatang pihaknya menyiapkan 122 kendaraan untuk mengangkut para pemudik. "Itu khusus untuk kendaraan AKAP, ada juga angkutan cadangan karena target yang harus diangkut 137 juta pemudik," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta data kemiskinan diperkuat agar bansos dan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.