Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi sanitasi masyarakat/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 156 rumah di lima kalurahan di Bumi Binangun akan mendapat bantuan pembangunan instalasi limbah domestik. Bantuan ini dari program hibah limbah setempat yang didanai APBD Kulonprogo dimana nantinya akan diganti oleh Kementerian PUPR.
Rata-rata tiap rumah yang mendapat bantuan ini akan menerima Rp10 juta untuk membangun instalasi limbah domestik, seperti saluran limbah dapur, kamar mandi, hingga septic tank. Total anggaran yang digunakan sebesar Rp1,56 miliar.
Penanggung jawab program ini adalah Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo dimana nantinya akan dibuat Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai pelaksana dan pengelola program ini. Lima KSM akan dibentuk di lima kalurahan yang menerima bantuan ini, yaitu Kalurahan Demen, Gerbosari, Ngargosari, Temon Kulon, dan Tuksono.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Kulonprogo, Yuniar Wibowo menjelaskan program ini akan memberikan bantuan dana langsung ke penerimanya. "Yang mengerjakan pembangunan nanti KSM, tapi kami juga menyediakan fasilitator untuk mendampingi tiap KSM dalam merancang instalasi limbah domestik yang dibangun," katanya, Rabu (27/3/2024).
Yuniar menjelaskan tujuan utama program ini ialah memastikan sanitasi warga Bumi Binangun meningkat. "Agar kualitas air tanah terjaga, supaya tidak ada lagi limbah domestik yang bocor," ujarnya.
Program bantuan pembangunan instalasi limbah ini, jelas Yuniar, pertama kali diselenggarakannya pada 2020 silam. "Selama ini sukses kami dapat mengakses pendanaan dari pusat, dengan investasi terlebih dahulu dengan APBD," tuturnya.
Ahli Muda Teknik Penyehatan Lingkungan DPUPKP Kulonprogo, Silvi Irvi Yanti menjelaskan sasaran utama bantuan tersebut adalah masyarakat berpenghasilan rendah. "Agar dapat membantu rumah tangga ekonom bawah ini memiliki instalasi yang memadai supaya kesehatannya juga terjaga," terangnya.
Silvi menerangkan bantuan ini menyesuaikan kebutuhan penerimanya. "Jika sudah ada septic tank maka akan dininjuan apakah memerlukan lagi atau tidak, apakah ada saluran limbah dapurnya atau tidak, semuanya disesuaikan," ungkapnya.
Pemilihan lima kalurahan penerima bantuan itu, menurut Silvi, diskusikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ada. "Kami ada perangkingan sanitasi tiap wilayah, mana yang paling membutuhkan dan mana yang berinisiatif maka dipilihlah tiap tahun penerimanya," jelasnya.
Program bantuan ini, sambung Silvi, untuk meningkatkan sarana sanitasi yang laik yang akan dimulai pada April nanti. "Tiap tahun akan kami lakukan program ini, supaya kualitas sanitasi di Kulonprogo terus meningkat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.