MBG Belum Merata, DPRD Gunungkidul Dorong Perluasan Program
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Ilustrasi sungai Code./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Penelitian Dosen Geografi UGM, Lintang Nur Fadlillah menyebutkan air Sungai Code tercemar senyawa logam berat dan antibiotik dalam jumlah yang cukup masif. Tingginya kandungan logam dan antibiotik berlebihan di sungai Code ini ditengarai akibat sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih lemah.
Kepala DPUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti menyebut, IPAL Sewon yang menampung limbah rumah tangga dari Kota Jogja, sebagian Sleman dan Bantul masih sangat luas kapasitasnya.
Per tahun lalu total realisasi sambungan rumah (SR) yang dibuang ke IPAL Sewon baru di angka 27.205 SR dari kapasitasnya yang sebesar 75.000 SR.
"Pelayanan untuk Kota Jogja hampir seluruhnya, Sleman empat kapanewon yakni Mlati, Depok, Gamping, dan Ngaglik serta Bantul tiga kapanewon meliputi Kasihan, Sewon, dan Banguntapan," jelasnya.
BACA JUGA: Peneliti UGM Temukan Senyawa Logam Berat Cemari Code, Begini Respons DLHK DIY
Secara rinci per kabupaten dan kota yang telah tersambung ke IPAL Sewon yakni Kota Jogja sebanyak 19.831 SR, Kabupaten Sleman 3.870 SR dan Kabupaten Bantul sebanyak 3.504 SR atau sebanyak 136.025 jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.