Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi investasi (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja menargetkan investasi di Kota Jogja maksimal sebesar Rp733 miliar selama 2024. Target ini sama dengan tahun sebelumnya, yang pada akhir 2023 realisasinya berhasil melampaui target.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Budi Santoso, menjelaskan pada 2024 Kota Jogja mendapatkan target investasi dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY sebesar Rp733,2 miliar. “Berdasarkan Renstra Kota Jogja, target investasi 2024 di range Rp323,3 miliar sampai dengan Rp733,2 miliar,” ujarnya, Rabu (3/4/2024).
Untuk realisasi investasi triwulan 1 tahun 2024, ia mengungkapkan belum bisa disampaikan karena saat ini masih masa periode pelaporan realisasi investasi dari pelaku usaha melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Periode pelaporan sampai dengan 20 April 2024,” katanya.
Target tahun ini hampir sama dengan target tahun sebelumnya, yakni range Rp319 mila sampai Rp733Milyar, dengan realisasi Rp862,4 miliar. “Sektor terbesar yakni hotel dan restoran, transportasi, gudang dan telekomunikasi, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, perdagangan dan reparasi serta industri lainnya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Target Investasi Kota Jogja Tahun Ini Rp733 Miliar, Ini Jumlah yang Sudah Tercapai
Target 2023 bisa terlampaui karena beberapa upaya dan inovasi yang dilakukan Pemkot Jogja untuk mendorong investasi yang masih dilakukan juga pada 2024 ini. “Adanya layanan kemudahan berusaha melalui inovasi ‘Kopi Joss’ atau Konsultasi Online Perizinan Investasi Kota Jogja OSS untuk melayani Konsultasi Perizinan Berusaha OSS dan Layanan Investasi secara Online,” katanya.
Kemudian upaya lainnya yakni dengan penyusunan produk hukum untuk menjamin kepastian hukum investor dan calon investor serta keberadaan Mall Pelayanan Publik Kota Jogja, yang dinilai mempermudah berbagai pelayanan publik.
Meski demikian, ia mengakui keterbatasan lahan di Kota Jogja menjadi kendala bagi investor skala besar yang ingin masuk di Kota Jogja. Sehingga investor yang masuk pun semuanya disesuaikan dengan ketersediaan lahan di Kota Jogja.
“Kendalanya biasanya untuk investor skala besar terkait ketersediaan lahan. Tapi itu tidak banyak, karena mereka sudah tahu kondisi di Kota Jogja dengan keterbatasan lahan dan tata ruangnya,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
Empat atlet Indonesia lolos final speed panjat tebing di Nagoya. FPTI membidik medali dan berharap podium dikuasai wakil Indonesia.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.