Bantul Tak Mau Salah Pilih Pengelola Baru Kawasan Industri Piyungan
Pemkab Bantul akan lebih selektif menentukan pengelola baru Kawasan Industri Piyungan setelah PT YIP didepak. Rekam jejak perusahaan menjadi perhatian utama.
Tim gabungan Polres dan Satpol PP Bantul melakukan penyekatan di JJLS, belum lama ini./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantul mencatat hingga kini belum ada investor yang menanamkan modal di kawasan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Bantul.
Kepala DPMPTSP Bantul, Annihayah, menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh status lahan di sepanjang JJLS yang mayoritas merupakan Sultan Ground, sehingga membuat investor masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum masuk.
“Faktanya sampai sekarang belum ada investor yang masuk. Salah satu kendalanya karena status tanah, sehingga investor masih berhitung panjang,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Meski demikian, Annihayah menegaskan kawasan JJLS Bantul memiliki potensi pengembangan yang sangat besar. Berbagai sektor dinilai dapat tumbuh, mulai dari pariwisata, pertanian, hingga pengembangan toko modern, terutama jika konektivitas JJLS telah tersambung penuh dan beroperasi secara optimal.
“Peluangnya sangat besar. Kalau nanti JJLS sudah tersambung, kawasan ini bisa menjadi magnet ekonomi baru,” katanya.
Seiring dengan belum masuknya investasi, Pemerintah Kabupaten Bantul juga mulai menyiapkan penataan kawasan Pantai Selatan untuk mendukung mobilitas wisata dan pengendalian arus kendaraan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, mengungkapkan pihaknya tengah mengkaji tujuh alternatif lokasi kantong parkir wisata sekaligus rest area di kawasan Pantai Selatan.
Penataan tersebut ditujukan untuk mengatur arus kendaraan wisata agar lebih tertib dan mendukung pengembangan kawasan secara berkelanjutan.
“Kami juga menyiapkan halte shuttle di area parkir sebagai titik pergantian moda transportasi wisata,” jelasnya.
Ari memaparkan, kendaraan wisata non-kendaraan besar direncanakan parkir di sisi timur Sungai Opak dan ditata di sisi utara jalan utama. Sementara kendaraan besar akan diarahkan ke sisi barat Sungai Opak dalam bentuk taman parkir maupun rest area.
Tujuh alternatif lokasi kantong parkir yang sedang dikaji meliputi kawasan timur Pesanggrahan Parangtritis seluas 4.640 meter persegi, timur Pemandian Parangwedang 4.757 meter persegi, Pantai Depok 6.100 meter persegi, Taman Parkir Baros 28.900 meter persegi, Pengklik 4.600 meter persegi, Taman Parkir Samas 100.000 meter persegi, serta Pantai Cangkring seluas 24.600 meter persegi.
“Nanti juga ada rencana pembangunan rest area di eks Terminal Pandansimo yang tahun ini akan dibangun,” katanya.
Pemkab Bantul berharap penataan kawasan wisata Pantai Selatan tersebut dapat meningkatkan daya tarik investasi di sekitar JJLS Bantul seiring membaiknya konektivitas dan tata kelola kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul akan lebih selektif menentukan pengelola baru Kawasan Industri Piyungan setelah PT YIP didepak. Rekam jejak perusahaan menjadi perhatian utama.
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.
DPRD Bantul mengawasi persiapan Pilur serentak di 30 kalurahan untuk memastikan tahapan berjalan transparan dan bebas politik uang.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.