Alasan Siswa Sekolah Rakyat dari Gunungkidul Belajar di Sleman-Bantul
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Bukit Klangon di Lereng Merapi./Harian Jogja-Daffa Firdaus Najati-ST20
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pariwisata Sleman menargetkan kunjungan wisata sebanyak 300.000-450.000 orang selama libur Lebaran yang dimulai 8-15 April 2024. Kawasan Merapi dan wisata candi masih menjadi daya tarik kunjungan wisata di Bumi Sembada.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid mengatakan, sudah mematok target kunjungan wisata selama libur Lebaran. Diperkirakan ada 300.000-450.000 pengunjung akan memadatai Kawasan wisata yang dikelola pemkab maupun oleh Taman Wisata Candi (TWC).
“Kami optimistis target ini bisa terpenuhi,” kata Ishadi kepada wartawan, Kamis (5/4/2024).
Menurut dia, untuk mencapai target tersebut juga sudah ada menyiapkan beberapa atraksi wisata, salah satunya di Kawasan Kaliurang. “Atraksi seni ini akan berlangsung pada 13-15 April di Kawasan wisata Tlogo Putri,” katanya.
Ishadi menjelaskan, untuk kunjungan masih didominasi oleh wisatawan dalam negeri. Adapun kunjungan ke destinasi juga belum bisa lepas dari objek unggulan seperti Kawasan wisata Candi, Lereng Merapi dan Tebing Breksi.
“Untuk destinasi lain juga ada peningkatan, tapi diprediksi tidak sebanyak kunjungan di destinasi di Kawasan Sleman sisi timur,” ungkapnya.
Adanya peningkatan kunjungan selama libur Lebaran, diperkirakan juga akan berdampak terhadap lama tinggal wisatawan yang meningkat. Ia berharap length of stay di Sleman bisa menjadi 2-2,5 hari.
“Kami juga memrediksi ada perputaran uang di Kawasan wisata antara Rp600 miliar hingga Rp2,8 triliun selama liburan berlangsung,” katanya.
Ishadi memastikan seluruh destinasi wisata di Sleman akan tetap buka cuti bersama berlangsung. Hanya saja, pada saat Idulfitri jam bukanya dimulai tengah hari seperti yang diberlakukan di Candi Prambanan dan Ratu Boko. “Untuk candi yang dikelola pemkab, rencannya buka pada hari kedua Lebaran,” katanya.
Kepala Bidang Pemasaran, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, hingga sekarang jumlah kunjungan wisata sebanyak 1,2 juta orang. Jumlah ini mencapai 16,04% dari target kunjungan wisata di 2024 sebanyak 7,5 juta pengunjung.
“Kunjungan masih didominasi wisatawan dalam neger, khususnya di Pulau Jawa,” kata Kus Endarto.
Ia berharap dengan momen libur Lebaran akan meningkatkan jumlah pengunjung wisata di Sleman sehingga target yang dicanangkan bisa tercapai semuanya. “Destinasi seperti Kaliurang, Candi Prambanan, Ratu Boko dan Tebing Breksi masih menjadi primadona wisatawan di Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.