Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Situasi Jalan Nasional yang menghubungan Kulonprogo dan Purworejo, Jawa Tengah sudah mulai meningkat volume kendaraanya akibat arus mudik Lebaran, Kamis (4/4/2024). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kenaikan volume kendaraan karena arus mudik Lebaran sudah terjadi di Bumi Binangun, Kamis (4/4/2024). Pemantuan berkala dan layanan juga sudag dimulai dengan berbagai posko yang sudah dibangun.
Berdasarkan pantuan Harian Jogja di perbatasan antara Kapanewon Temon dan Wates menunjukan terdapat penambahan volume kendaraan yang melintasi Jalan Nasional tersebut. Kendaraan yang masuk dari arah Temon ke Wates kebanyakan mobil rombongan keluarga.
Kebanyakan mobil yang masuk itu berasal dari Jabodetabek ditunjukan dari pelat nomornya, yaitu B dan D. Sedangkan arus keluar Bumi Binangun dari Wates ke Temon didominasi sepeda motor, kebanyakan berplat nomor AA dan R.
Peningkatan volume kendaraan itu juga diamini beberapa petugas jaga posko mudik di kantor UPPKB Kulwaru yang dibangun Kementerian Perhubungan. Salah satu petugas jaga, Sulis menyebut kenaikan volume terjadi sejak Rabu malam.
"Sudah sejak semalam mulai ramai, sebelumnya tidak seramai ini. Perkiraan kami di posko dan koordinasi lintas instansi, arus mudik tahun ini lebih ramai dari tahun lalu sehingga kami diarahkan lebih siap siaga," jelas Sulis yang juga Koordinator SAR Sigap Kulonprogo.
BACA JUGA: Ilmuwan Geologi Mengidentifikasi 75 Sesar Aktif di Pulau Jawa
Di posko yang dibangun Kementerian Perhubungan itu, jelas Sulis, terdapat berbagai unsur instansi yang jadi relawannya. Ada dari PMI Kulonprogo, Polres Kulonprogo, Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, hingga komunitas relawan lainnya.
Sulis menyebut posko tersebut cukup lengkap fasilitasnya karena lokasinya strategis melayani pemudik. "Kami sediakan rest area untuk istirahat, tenda, kamar mandi, hingga ada empat ambulans yang siap siaga jika dibutuhkan," tuturnya.
Meningkatnya volume kendaraan di Bumi Binangun dikonfirmasi Dishub Kulonprogo dimana tercatat sudah hampir 50.000 kendaraan yang keluar masuk. "Pemantauan disertai penghitungan kendaraan sudah dilakukan sejak Rabu kemarin, hasilnya lebih meningkat dari biasanya," jelas Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kulonprogo, Sukirno pada Kamis siang.
Data Dishub Kulonprogo mencatat sejak Rabu (3/4/2024) pukul 00.00-06.00 WIB ada 11.748 kendaraan yang keluar masuk Bumi Binangun. Lalu pada pukul 06.00-24.00 WIB pada Rabu itu ada 34.065 kendaraan. Selanjutnya pada Kamis dini hari pukul 00.00-06.00 WIB ada 3.157 kendaraan. "Totalnya sudah mendekati 50.000, sekarang Kamis siang ini kami yakin sudah lebih mencapai itu," ujarnya.
Sukirno menyebut penghitungan kendaraan itu dilakukan di posko yang berada di depan kantor Dishub Kulonprogo. "Data ini jadi bahan kami untuk melakukan tindak lanjut rekayasa dan lainnya agar arus lancar," katanya.
Dishub Kulonprogo menerjunkan 48 personelnya untuk berjaga 24 jam non-stop. "Ada tim penerangan jalan jadi kalau ada laporan lampu mati agar bisa segera diperbaiki saat itu juga, ada juga tim traffic light kalau ada eror maka akan segera kami rekayasa saat itu juga, semuanya agar arus Lebaran ini aman dan lancar," ungkapnya.
Prediksi Dishub Kulonprogo, jelas Sukirno, jalan yang paling ramai selama arus Lebaran ini adalah Jl. Nasional dari Temon hingga Sentolo. "Selain itu juga Jalan Daendels sebagai alternatifnya, himbauan kami agar pemudik lebih berhati-hati dan tak memaksakan diri bila lelah karena sudah banyak sekali disediakan posko baik dari pemerintah maupun organisasi lainnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.