Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Ilustrasi Pilkada -Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bakal memakai strategi yang sama seperti Pemilu 2024 dalam pelaksanaan Pilkada 2024 mendatang agar suasana tetap kondusif dan aman bagi semua pihak. Kolaborasi dengan berbagai stakeholder akan terus dijalankan guna keberlangsungan demokrasi yang baik di wilayah setempat.
Plt. Kepala Bakesbangpol DIY, Dewo Isnu Broto Imam Santoso akan menerapkan model penanganan pengawasan Pemilu 2024 yang telah berlangsung pada Pilkada 2024 yang akan dilaksanakan November mendatang. Model ini diharapkan akan mewujudkan kondisi kondusif seperti Pemilu 2024 yang sudah dilaksanakan.
Kolaborasi dengan KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan dan masyarakat tetap menjadi yang utama. Kolaborasi ini harus bisa saling memberikan masukan mengenai upaya-upaya agar Pilkada 2024 di kabupaten/kota bisa berjalan dengan damai dan penuh dengan integritas.
“Kesbangpol juga punyo posko Pilkada. Kalau kemarin kami punya posko Pemilihan Umum, sekarang kami buat pula posko Pilkada. Posko tersebut tugasnya adalah melakukan pemantauan dan pengawasan untuk melihat situasi dan kondisi sebelum, saat dan pasca Pilkada,” ujar Dewo, Jumat (5/4/2024).
Dewo menyebut, terlaksananya Pemilu 2024 dengan lancar di wilayahnya tidak akan membuat pihaknya lengah. Justru keberhasilan itu menjadi pemicu untuk terus berbenah diri dalam mewujudkan suasana aman, damai dan tentram di DIY saat Pilkada. Sebab, Pilkada memiliki potensi gesekan yang besar pada masyarakat. Maka upaya preventif menjadi salah satu prioritas dalam mewujudkan Pemilu damai.
“Upaya kami sebenarnya tidak hanya pengawasan tetapi juga mulai dari sosialisasi sebelumnya. Kami akan gencarkan sosialisasi dengan berbagai sasaran, baik generasi muda, masyarakat, maupun teman-teman disabilitas,” jelas Dewo.
BACA JUGA: Catat! Ini Tahapan Pilkada Serentak di 508 Kabupaten dan Kota
Diakui Dewo, sosialisasi dan edukasi yang masih membuat masyarakat DIY terdidik untuk menggunakan hak pilihnya dalam hal politik dan kewajiban sebagai warga negara. Dengan demikian pelaksanaan Pilkada 2024 di DIY dapat diharapkan berjalan dengan baik, penuh dengan integritas, dan semua masyarakat dapat dilayani dengan baik pula. Selain itu, Kesbangpol DIY bersama Bawaslu juga akan melakukan pengawasan langsung ke TPS-TPS.
Dia menyebut, apa yang dilakukan ini merupakan tanggung jawab besar yang diemban oleh DIY. Apalagi sesuai dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, stabilitas politik, keamanan dan ketentraman DIY selama Pemilu dapat terwujud. Langkah kolaborasi dengan berbagai perangkat dan stakeholder ini memang harga yang tak bisa ditawar dalam menjaga DIY tetap kondusif.
“Menjaga suasana kondusif memang sangat penting. Suasana kondusif DIY tidak hanya diciptakan oleh teman-teman TNI atau Polri saja atau Kesbangpol saja, tetapi juga harus semua tanggung jawab itu ada pada lapisan masyarakat maupun dari pemerintah daerah dan para stakeholder yang lain,” jelas Dewo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.