Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Ilustrasi vaksin difteri./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menemukan ada kasus perdana penyakit Difteri di Bumi Sembada. Kasus ini ditemukan di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan pada pertengahan Maret lalu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan temuan kasus difteri bermula adanya laporan dari rumah sakit swasta terkait dengan pasien anak yang mengalami gejala penyakit ini pada 18 Maret 2024. “Gejalanya demam, sakit tenggorokan, sakit napas dan terdapat pseudomemberan. Sedangkan untuk status imunisasinya tidak jelas,” kata Yuli, sapaan akrabnya, Sabtu (6/4/2024).
Laporan ditindaklanjuti dengan dilakukan penyelidikan epidemiologis (PE) sehingga ditemukan dugaan dua kasus lainnya. Temuan ini langsung dikomunikasikan dengan tim ahli di Dinas Kesehatan DIY sehingga pasien yang sempat dirawat diberikan Anti Serum Difteri (ADS).
Menurut dia, pascatemuan kasus sudah dilakukan beberapa langkah pecengahan mulai dari pengambilan swab orofaring, pemberian profilaksis dan imunisasi. Selain itu, juga ada upaya pengawasan minum obat terhadap pasien yang terindikasi penyakit difteri. “Terus dipantau karena masa ada inkubasi penyakit hingga 10 April mendatang,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, sudah ada temuan kasus difteri di Tamanmratani dan hal tersebut merupakan yang pertama di Kabupaten Sleman. Tiga kasus ditemukan kesemuanya berasal dari Tamanmartani dengan riwayat satu kasus merupakan santri pondok pesantren di Jawa Timur. “Satu kasus memiliki riwayat perjalan ke Jawa Tengah dan satunya asli di Tamanmartani,” katanya.
BACA JUGA: Imunisasi DPT Lengkap Cara Ampuh untuk Mitigasi Difteri
Meski demikian, Cahya mengungkapkan kondisi Kesehatan ketiga pasien sudah dinyatakan sembuh. Hanya saja, ia mengakui, penanganan tidak hanya terhadap tiga pasien dikarenakan ada upaya pencegahan secara menyeluruh. “Kami berikan imunisasi tambahan difteri bagi anak-anak di Tamanmartani,” katanya.
Penyakit difteri termasuk kategori penyakit menular yang penyebarannya mirip Covid-19 atau TBC melalui droplet seperti batuk, bersin dan lainnya. Meski demikian, Cahya berharap kepada Masyarakat tidak perlu khawatir dikarenakan penyakit ini bisa dicegah melalui program imunisasi.
“Jadi kita langsung gerak cepat melaksanakan program imunisasi di Tamanmartani. Harapannya tidak ada kasus karena kekebalan tubuh anak usia dua bulan hingga 15 tahun sudah terbentuk. Hari ini kami mulai vaksinasinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Timnas Indonesia umumkan 44 pemain untuk FIFA Matchday Juni 2026. Cek daftar lengkap skuad vs Oman dan Mozambik.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.