BPTD Cek Kelaikan Armada dan Kesehatan Sopir di Terminal Giwangan

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Sabtu, 06 April 2024 16:37 WIB
BPTD Cek Kelaikan Armada dan Kesehatan Sopir di Terminal Giwangan

Dua petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Yogyakarta tengah melakukan pengecekan armada bus di Terminal Giwangan sebelum berangkat, Sabtu (6/4) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah armada bus dari berbagai jurusan datang dan berangkat dari Terminal Giwangan, Sabtu (6/4/2024), mulai dari jurusan Surabaya, Jakarta, hingga jurusan luar pulau seperti Lampung dan Palembang. Beberapa bus di Terminal Giwangan dicek terlebih dahulu sebelum tancap gas.

Dua petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Yogyakarta tampak turun langsung untuk memastikan berbagai teknis bus beroperasi normal. Semua komponen dicek dengan teliti, mulai dari lampu sen, klakson, wipper, dan lainnya. Jika bus dan segala komponennya berfungsi normal, maka bus diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan.

Tak hanya armada busnya saja yang dicek kelaikannya. Pengemudi bus juga turut dicek kesehatannya, terutama dari sisi tekanan darah. Salah satu pengemudi bus yang turut dicek kesehatannya adalah Andri. Sopir bus Sinar Jaya ini akan membawa penumpang dari Yogyakarta menuju Lampung. Dia mengaku sudah biasa menjalani tes kesehatan sebelum mengangkut penumpang. Sejauh ini, kesehatannya pun terbilang aman.

"Ini tadi dicek tekanan darah, normal," katanya saat ditemui di Terminal Giwangan, Sabtu (5/4).

Andri menyebut, cek kesehatan semacam ini bagi pengemudi bus terbilang penting. Kondisi kesehatan sopir yang tak fit dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan sopir dan penumpang.

"Cek kesehatan penting, supaya kondisi kita stabil di perjalanan," imbuhnya.

BACA JUGA: H-3 Lebaran, Volume Kendaraan di Prambanan Mulai Meningkat

Terpisah, Kepala Terminal Giwangan Sigit Saryanto menuturkan upaya pengecekan baik armada maupun kesehatan pengemudi bus dilakukan lebih intensif tahun ini. Jika sebelumnya ada sekitar 25 bus beserta crew yang diperiksa, tahun ini meningkat dua kali lipatnya menjadi 50 bus dan crew. Ini dilakukan lantaran antusias mudik tahun ini juga tampak lebih meningkat dibanding tahun lalu.

"Karena cuti bersama, kemudian juga dari beberapa instansi BUMN mengadakan mudik gratis. Makanya kita tingkatkan," kata Sigit.

Berdasarkan catatannya, sempat ada satu sopir yang diminta untuk tak langsung melanjutkan perjalanan. Saat itu, sopir dinyatakan memiliki tekanan darah yang tinggi atau hipertensi. Usai dikonfirmasi, sopir tersebut ternyata baru saja mengonsumsi obat. Sigit lantas meminta sopir yang bersangkutan untuk istirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Sementara, dari sisi armada Sigit memastikan tak ada temuan yang berarti. Beberapa bus hanya perlu memperbaiki hal teknis yang ringan untuk bisa kembali melanjutkan perjalanan.

"Kalau secara teknis tidak laik, tidak ada. Semua perjalanan masih bisa dilanjutkan. Secara masalah teknis masih bisa diperbaiki. Tapi masalah laik, semua laik," imbuhnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online