Evaluasi KTR di Jogja, Tim Temukan Ada Lokasi Tanpa Tanda Larangan Merokok
Pemkot Jogja mengevaluasi penerapan KTR di 115 lokasi. Sejumlah tempat masih ditemukan belum memenuhi indikator Perda No.2/2017.
Untung Cahyono (tengah berbaju putih) saat menyampaikan klarifikasi terkait khotbahnya pada Salat Idulfitri, di Baleayu, Sabtu (13/4/2024). (Harian Jogja/Stefani Yulindriani)
Harianjogja.com, BANTUL—Untung Cahyono, khotib salat Idulfitri di Lapangan Tamanan yang sempat viral, meminta maaf atas khotbahnya saat itu.
Untung Cahyono menyampaikan pihaknya telah berkomunikasi dengan PHBI Tamanan, serta perangkat daerah setempat mengenai kejadian tersebut.
Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyakat atas khotbahnya pada salat Idulfitri lalu.
"Karena sudah seperti ini, kami dengan tegas menyampaikan memohon maaf telah membuat warga mungkin terganggu dengan pandangan kami," katanya, Sabtu (13/4/2024) di Baleayu, Bantul.
Dia pun akan berusaha untuk berhati-hati saat berbicara di depan forum yang besar.
"Saya pribadi secara tegas, mungkin lebih dewasa, harus lebih berhati-hati, khususnya ketika berbicara di depan forum yang bisa jadi forumnya sangat berbeda. Apalagi jemaah yang besar, kan kita tidak tahu persepsi masing-masing," katanya.
Baca Juga
UAD Nyatakan Penceramah di Tamanan Untung Cahyono Tak Lagi Mengajar sejak 2022
Kemenag Sebut Tak Berwenang Beri Sanksi kepada Penceramah di Tamanan
Khotbah Salat Idulfitri di Tamanan Berbau Politik, Begini Penjelasan Kemenag Bantul
Selain itu menurutnya perlu meminta informasi dari tokoh masyakat sebelum berkhotbah saat salat Idulfitri.
"Ini salat Idulfitri, sehingga jemaahnya scopenya [cangkupannya] tidak hanya RT, tetapi kalurahan, bahkan bis warga dari kalurahan lain," ujarnya.
Dia pun menilai perlu introspeksi, muhazabah, dan koreksi diri saat yang disampaikannya menjadi persoalan.
"Kalau [khotbahnya] tidak ada yang menyoal berarti tidak ada masalah. Kalau ada yang menyoal bisa jadi sedikit atau banyak ada masalah," katanya.
Selain itu menurut dia teks khotbah perlu dicermati dengan baik sebelum dibacakan. Apabila diperlukan teks tersebut dapat dikomunikasikan ke pihak penyelenggara.
Dia mengaku teks khotbah salat Idulfitri tersebut sebelumnya telah dipersiapkannya jauh-jauh hari. Menurutnya sebagai seorang muslim, mengkritik merupakan hal yang penting. Menurutnya dalam ajaran Islam ada ajaran untuk saling mengingatkan satu sama lain.
"Dalam konteks mengingatkan ini kan memang tidak ada batasannya, siapapun yang perlu diingatkan harus diingatkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mengevaluasi penerapan KTR di 115 lokasi. Sejumlah tempat masih ditemukan belum memenuhi indikator Perda No.2/2017.
Pemkab Sleman membuka Sleman Creative Weeks #6 untuk memperkuat ekonomi kreatif dan ekosistem seni budaya hingga Oktober 2026.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.