Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Ilustrasi Pilkada -Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Bawaslu Sleman memastikan dalam waktu dekat ini akan membuka rekrutmen panwascam untuk pengawasan di Pilkada 2024. Meski demikian, jadwal pasti rekrtumen masih menunggu pentunjuk dari Bawaslu RI.
“Yang jelas mulai bulan ini, tapi kepastian tanggalnya masih menunggu instruksi dari Pusat,” kata Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, Selasa (16/4/2024).
Dia menjelaskan, untuk kebutuhan panwascam jumlahnya sama pada saat penyelenggaraa pemilu. Di setiap kapanewon terdapat tiga orang petugas sehingga ditotal ada 51 petugas panwascam di 17 kapanewon di Sleman.
“Masing-masing kapanewon ada tiga anggota panwascam,” katanya.
Selain panwascam, rencananya juga ada rencanan rekrutmen badan adhoc pengawasan secara berjenjang di tingkat kalurahan sampai TPS. Untuk perekrutan pengawas kalurahan dan pengawas TPS pelaksanannya dilakukan setelah anggota panwascam di setiap kapanewon terbentuk.
“Jadi pembentukan dilakukan berjenjang. Jadwal pastinya, nanti ada dalam petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh bawaslu RI,” katanya.
Disinggung mengenai persyaratan untuk rekrutmen panwsacam di pilkada, Arjuna tidak menampik secara umum tidak berbeda jauh dengan penyelenggaraan saat pemilu. Hanya saja, detail dari persyaratan yang dibutuhkan masih memunggu Keputusan dari bawaslu RI.
“Sudah ada tahapannya dan mulai pertengahan April ada proses pembentukan badan adhoc di bawaslu dan juga KPU. Tapi, jadwal pastinya masih belum diberikan dari tingkat pusat yang dipergunakan pedoman dalam perekrutan,” katanya.
Anggota KPU Sleman Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilihan, Noor Aan Muhlisoh mengatakan, sesuai dengan PKPU No.2/2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024, pelaksanaan dibagi menjadi dua tahapan. Yakni, tahapan persiapan dan penyelenggaraan pemilihan.
Dia menjelaskan, untuk persiapan terdiri dari perencanaan program dan anggaran; penyusunan peraturan pemilihan serta jadwal tahapan pelaksanaan pemilihan, pendaftaran pemantau pemilihan. Selain itu, juga ada rencana pembentukan badan adhoc mulai dari PPK, PPS hingga KPPS dan pemutakhiran data pemilih.
BACA JUGA: 6 Nama Diusulkan Golkar Jadi Bakal Calon Peserta Pilkada Bantul, Salah Satunya Lurah
Adapun tahapan penyelenggaraan terdiri dari pencalonan, pelaksanaan kampanye, pemilihan dan perhitungan suara hingga penetapan serta pengusulan calon terpilih menjadi bupati dan wakil bupati. “Tahapan belum ada yang krusial karena yang sudah dibuka baru untuk pendaftaran pemantau pilkada,” kata Aan, beberapa waktu lalu.
Menurut dia, tahapan baru mulai terlihat pada saat pembentukan badan adhoc berjenjang mulai dari PPK, PPS hingga KPPS. Rencananya, pembentukan dimulai 17 April 2024 hingga 5 November 2024. “Semua sudah tersusun dalam jadwal dan tahapan pilkada. nanti pelaksanaan tahapan ada yang beriringan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.