Kasus Guru Dibacok, Disdik Sebut Tak Ada Keterangan Siswa sebagai ABK
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Ilustrasi sanitasi masyarakat/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) akan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Kalurahan Selang, Wonosari, Gunungkidul. IPAL Komunal tersebut menjadi salah satu syarat peningkatan sanitasi aman.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul, Nanang Irawanto mengatakan dana yang dipakai untuk membangun IPAL tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAU) 2024 hingga Rp400 juta. Ada juga pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD)/ hibah air limbah tahun 2024 untuk 150 kepala keluarga (KK).
“Rencana target 2024 kami untuk SPALD 150 KK dan ada tambahan 50 KK,” kata Nanang dihubungi, Rabu (17/4/2024).
Nanang menyampaikan instansinya mengalami kendala lahan dan topografi untuk pembangunan SPALD-Terpusat. Sedangkan, kendala untuk SPALD-Setempat yaitu penerima manfaat tidak sesuai kriteria seperti belum memiliki toilet, tidak memiliki lahan, dan sudah mendapatkan program jamban sehat. Nanang juga mengaku ada beberapa usulan kalurahan tidak sesuai kriteria program hibah.
Baca Juga
Duh! Hanya 9,16 % Warga Gunungkidul yang Punya Fasilitas Sanitasi Aman
Ditanya soal Penanganan Masalah Sanitasi, Sultan: Butuh Waktu Tidak Sedikit
Pemerintah Segera Terbitkan Aturan Air Minum dan Sanitasi
Pada 2023, capaian pembangunan SPALD mencapai 24 KK. Apabila melihat akses sanitasi aman sampai tahun lalu, capaiannya baru menyentuh 9,16%. Akses sanitasi aman berarti fasilitas sanitasi yang dimiliki oleh rumah tangga yang terhubung dengan septic tank. Target sanitasi aman nasional untuk 2024 adalah 15%.
Sebelumnya, Subkor Penyehatan Lingkungan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Yuliana Dwi Arsanti mengatakan akses sanitasi yang termuat dalam RPJMD Gunungkidul pada 2023 sebesar 85,39%. Realisasi akses sanitasi itu yaitu 96,13% yang terbagi dalam akses aman sebesar 9,16% dan akses layak 86,97%.
Sanitasi juga masuk dalam salah satu indikator kemiskinan ekstrem di Peraturan Bupati Gunungkidul No. 100/2022 tentang Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah 2022-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Polri menjelaskan alasan mutasi 88 pati dan pamen setelah Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri sebagai bagian dari percepatan organisasi.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 memasuki hari ke-21. Sebanyak 188 korban dievakuasi, sementara 55 korban masih dalam pencarian.