Kasus Gagal Ginjal Sleman Tembus Ribuan, Usia Produktif Dominan
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Ilustrasi sanitasi masyarakat/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) akan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Kalurahan Selang, Wonosari, Gunungkidul. IPAL Komunal tersebut menjadi salah satu syarat peningkatan sanitasi aman.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul, Nanang Irawanto mengatakan dana yang dipakai untuk membangun IPAL tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAU) 2024 hingga Rp400 juta. Ada juga pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD)/ hibah air limbah tahun 2024 untuk 150 kepala keluarga (KK).
“Rencana target 2024 kami untuk SPALD 150 KK dan ada tambahan 50 KK,” kata Nanang dihubungi, Rabu (17/4/2024).
Nanang menyampaikan instansinya mengalami kendala lahan dan topografi untuk pembangunan SPALD-Terpusat. Sedangkan, kendala untuk SPALD-Setempat yaitu penerima manfaat tidak sesuai kriteria seperti belum memiliki toilet, tidak memiliki lahan, dan sudah mendapatkan program jamban sehat. Nanang juga mengaku ada beberapa usulan kalurahan tidak sesuai kriteria program hibah.
Baca Juga
Duh! Hanya 9,16 % Warga Gunungkidul yang Punya Fasilitas Sanitasi Aman
Ditanya soal Penanganan Masalah Sanitasi, Sultan: Butuh Waktu Tidak Sedikit
Pemerintah Segera Terbitkan Aturan Air Minum dan Sanitasi
Pada 2023, capaian pembangunan SPALD mencapai 24 KK. Apabila melihat akses sanitasi aman sampai tahun lalu, capaiannya baru menyentuh 9,16%. Akses sanitasi aman berarti fasilitas sanitasi yang dimiliki oleh rumah tangga yang terhubung dengan septic tank. Target sanitasi aman nasional untuk 2024 adalah 15%.
Sebelumnya, Subkor Penyehatan Lingkungan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Yuliana Dwi Arsanti mengatakan akses sanitasi yang termuat dalam RPJMD Gunungkidul pada 2023 sebesar 85,39%. Realisasi akses sanitasi itu yaitu 96,13% yang terbagi dalam akses aman sebesar 9,16% dan akses layak 86,97%.
Sanitasi juga masuk dalam salah satu indikator kemiskinan ekstrem di Peraturan Bupati Gunungkidul No. 100/2022 tentang Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah 2022-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.