Arema FC Berebut Tiket Semifinal, Persib Bidik Sapu Bersih
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih/Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, BANTUL—DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bantul tetap akan mengusung Abdul Halim Muslih sebagai bakal calon bupati Bantul pada Pilkada 2024, November mendatang.
Untuk posisi bakal calon wakil bupati Bantul, sampai saat ini ada beberapa nama yang muncul di internal PKB.
Sekretaris PKB Bantul Subhan Nawawi mengatakan hasil rapat internal partai, menyatakan pihaknya tetap akan mengusung Abdul Halim Muslih sebagai bakal calon bupati Bantul pada Pilkada 2024. Sedangkan untuk bakal calon wakil bupati Bantul, sampai saat ini masih ada beberapa nama yang diusulkan oleh internal partai.
“Untuk wakilnya, di internal ada yang menghendaki agar pak Halim tetap berpasangan dengan pak Joko Purnomo. Ada juga yang menghendaki pak Halim berpasangan dengan calon lain di luar partai [selain Joko Purnomo],” papar Subhan, Kamis (18/4/2024).
Baca Juga
Pilkada Bantul 2024, Golkar Bakal Usung Abdul Halim Muslih sebagai Calon Bupati
Masa Jabatan Diperpanjang Sampai Kepala Daerah Baru Dilantik, Bupati Bantul Bilang Begini
Bakal Diusung PKB dan Golkar Saat Pilkada 2024, Begini Reaksi Bupati Halim
Wakil Ketua II DPRD Bantul tersebut menambahkan jika komunikasi internal yakni dengan DPP PKB maupun DPW PKB DIY untuk mengusung Abdul Halim Muslih menjadi bakal calon bupati Bantul telah dilakukan. Dari komunikasi itu, sejatinya PKB Bantul diperbolehkan mengusung siapa saja. “Tapi, berdasarkan hasil rapat internal sementara kami tetap mencalonkan Abdul Halim Muslih sebagai bakal calon bupati,” papar Subhan.
Terkait dengan komunikasi dengan partai lain, sejauh ini, kata Subhan, belum ada komunikasi serius dengan partai lainnya. Meski demikin, peluang bakal calon dari partai lain tetap terbuka, utamanya untuk bakal calon wakil bupati. “Sampai saat ini PKB untuk Pilkada Bantul, jago tunggal Pak Abdul Halim,” tandas Subhan.
Disinggung mengenai permintaan rekomendasi dari DPP agar Abdul Halim diajukan jadi bakal calon bupati Bantul, Subhan mengaku hal itu masih akan cukup lama dilakukan. Sebab, ada beberapa tahapan yang dilalui. “Jadi setelah nanti resmi ditetapkan, kami akan minta rekomendasi,” ucap Subhan.
Sementara itu, Halim mengaku masih belum mengetahui apakah pada Pilkada nanti dirinya direkomendasikan oleh PKB untuk maju sebagai bakal calon Bupati. Sebab, pencalonan dirinya di Pilkada tidak mungkin bisa tanpa adanya rekomendasi dari partai. "Bupati dan wakil bupati itu tugas dari partai. Sampai saat ini saya belum tahu dapat tugas atau tidak," kata Halim belum lama ini.
Senada dengan Halim, Joko Purnomo juga belum bisa memastikan apakah akan maju sebagai bakal calon bupati Bantul, atau kembali berpasangan dengan Abdul Halim Muslih pada Pilkada 2024.
“Sebagai pribadi, Joko mengaku masih menunggu hasil penjaringan internal yang dilakukan oleh DPC PDIP Bantul. Jika nantinya hasil dari penjaringan internal, dirinya harus maju sebagai bakal calon bupati Bantul, maka dirinya akan maju.
“Karena ini amanah partai, ya harus dilaksanakan,” katanya.
Terkait dengan komunikasi dengan partai lain, Joko yang juga ketua DPC PDIP Bantul menyatakan secara resmi belum ada. Sejauh ini hanya sebatas komunikasj informal dan nonformal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
KPU Kulonprogo menyiapkan kurikulum demokrasi yang terintegrasi dalam mata pelajaran Pancasila atau PKN di sekolah dan madrasah.
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.