Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Daya Beli Dinilai Masih Kuat
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk mempercepat penurunan jumlah angka stunting di wilayah itu salah satunya melalui "Rembug Stunting".
"Kegiatan Rembug Stunting ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program penurunan stunting pada 2023 dan juga pemaparan program untuk 2024," kata Ketua Pelaksana Rembuk Stunting Kabupaten Sleman Daroji pada Workshop Rembug Stunting di Sleman, Kamis.
Workshop Rembug Stunting yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) ini dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.
Daroji mengatakan kegiatan Rembuk Stunting ini merupakan agenda rutin yang dimaksudkan untuk melihat program dan kegiatan percepatan stunting serta konvergensinya di wilayah Kabupaten Sleman.
"Kegiatan ini melibatkan 160 orang terdiri dari semua unsur tim percepatan stunting. Output kegiatan ini nantinya sebagai monitoring dan evaluasi percepatan stunting dan perencanaan percepatan program stunting," katanya.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan prevalensi stunting Sleman menunjukkan penurunan. Berdasarkan ePPGBM, prevalensi stunting Sleman turun sebesar 2,37 persen sehingga menjadi 4,51 di tahun 2023 lalu.
BACA JUGA: BKKBN DIY Sebut Perurunan Angka Stunting di Sleman Terbaik
"Capaian ini tentunya tidak terlepas dari kerja sama, sinergi dan kolaborasi dari Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) di semua tingkatan serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung gerakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sleman," katanya.
Menurut dia, upaya penurunan stunting harus didukung oleh organisasi kemasyarakatan untuk mendorong perluasan program kepada masyarakat di berbagai level.
"Terutama, untuk mendukung kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai dari tingkat Kabupaten, kapanewon dan kalurahan," katanya.
Sedangkan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan untuk mewujudkan "zero new stunting" perlu didukung oleh seluruh pihak mulai dari TPPS di semua tingkatan serta didukung OPD pengampu lintas sektoral.
"Saat ini kita dapat apresiasi karena pada 2023 Kabupaten Sleman menunjukkan penurunan pravelensi stunting dari 6,88 persen jadi 4,51 persen. Namun, berapapun penurunannya, untuk menuju 'zero new stunting' masih membutuhkan kinerja dan program yang jelas, yang harus dilaksanakan secara komprehensif di seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
PPIH siapkan jalur khusus lansia di Terminal Ajyad Makkah. Bus shalawat ditambah hingga 140 armada jelang puncak haji.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.