Produksi Padi Sleman Awal Tahun Ini Menurun, Palawija Relatif Stabil

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Jum'at, 26 April 2024 15:57 WIB
Produksi Padi Sleman Awal Tahun Ini Menurun, Palawija Relatif Stabil

Aris, salah seorang petani di Kalurahan Tambakrejo, Tempel sedang memperlihatkan tanaman padi yang mulai mengering. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman mencatat adanya penurunan produksi padi selama Januari-April 2024 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan produksi ini dipengaruhi terjadinya El Nino pada 2023.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, menjelaskan dari data prognosa 2024 produksi padi dan palawija Sleman, realisasi produksi padi selama Januari-April 2024, total produksi padi Sleman sebanyak 79.086 ton gabah kering giling. “Dengan rincian 77.374 ton padi sawah dan 1.712 ton padi ladang,” ujarnya, Jumat (26/4/2024).

BACA JUGA: Antisipasi Kemarau, Pemkab Sleman Siapkan Pompanisasi

Sedangkan pada realisasi produksi periode yang sama, Januari-April 2023, tercatat total produksi padi sebesar 106.802 ton dengan rincian 105.143 ton padi sawah dan 1.659 padi ladang. “Terjadi penurunan produksi dari 106.802 ton menjadi 79,086 ton,” katanya.

Adapun total produksi padi sepanjang 2023 yakni 252.718 ton gabah kering panen, dengan rincian 251.159 ton padi sawah dan 1.659 ton padi ladang. Produksi padi ini berasal dari 41.983 hektar luas lahan panen dengan rata-rata produksi 95,79 kwintal per hektar.

Penurunan produksi padi ini terjadi disebabkan terjadinya Elnino dan penurunan luas baku lahan sawah. “Disebabkan dampak elnino di akhir 2023 dan penurunan luas baku lahan sawah, dari 18.295 hektar pada 2019 menjadi 15.895 hektar pada 2023. Selisih 2.400 hektar,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kabupaten Sleman Prioritaskan Pembangunan Pertanian

Sementara pada produksi palawija tidak terjadi perubahan yang signifikan. Pada Januari-April 2024, produksi jajgung sebanyak 1.413 ton, kacang tanah 283 ton, ubi kayu 931 ton dan ubi jalar 57 ton. Pada Januari-April 2023, produksi jagung 1.413 ton, kacang tanah 287 ton, ubi kayu 974 ton dan ubi jalar 55 ton.

Total produksi palawija sepanjang 2023 meliputi jagung 35.336 ton, kedelai 360 ton, kacang tanah 3.799 ton, ubi kayu 10.466 ton dan ubi jalar 2.395 ton. Selama 2023 dan 2024, Kabupaten Sleman tidak memproduksi palawija kacang hijau.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online