Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Aris, salah seorang petani di Kalurahan Tambakrejo, Tempel sedang memperlihatkan tanaman padi yang mulai mengering. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman mencatat adanya penurunan produksi padi selama Januari-April 2024 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan produksi ini dipengaruhi terjadinya El Nino pada 2023.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono, menjelaskan dari data prognosa 2024 produksi padi dan palawija Sleman, realisasi produksi padi selama Januari-April 2024, total produksi padi Sleman sebanyak 79.086 ton gabah kering giling. “Dengan rincian 77.374 ton padi sawah dan 1.712 ton padi ladang,” ujarnya, Jumat (26/4/2024).
BACA JUGA: Antisipasi Kemarau, Pemkab Sleman Siapkan Pompanisasi
Sedangkan pada realisasi produksi periode yang sama, Januari-April 2023, tercatat total produksi padi sebesar 106.802 ton dengan rincian 105.143 ton padi sawah dan 1.659 padi ladang. “Terjadi penurunan produksi dari 106.802 ton menjadi 79,086 ton,” katanya.
Adapun total produksi padi sepanjang 2023 yakni 252.718 ton gabah kering panen, dengan rincian 251.159 ton padi sawah dan 1.659 ton padi ladang. Produksi padi ini berasal dari 41.983 hektar luas lahan panen dengan rata-rata produksi 95,79 kwintal per hektar.
Penurunan produksi padi ini terjadi disebabkan terjadinya Elnino dan penurunan luas baku lahan sawah. “Disebabkan dampak elnino di akhir 2023 dan penurunan luas baku lahan sawah, dari 18.295 hektar pada 2019 menjadi 15.895 hektar pada 2023. Selisih 2.400 hektar,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kabupaten Sleman Prioritaskan Pembangunan Pertanian
Sementara pada produksi palawija tidak terjadi perubahan yang signifikan. Pada Januari-April 2024, produksi jajgung sebanyak 1.413 ton, kacang tanah 283 ton, ubi kayu 931 ton dan ubi jalar 57 ton. Pada Januari-April 2023, produksi jagung 1.413 ton, kacang tanah 287 ton, ubi kayu 974 ton dan ubi jalar 55 ton.
Total produksi palawija sepanjang 2023 meliputi jagung 35.336 ton, kedelai 360 ton, kacang tanah 3.799 ton, ubi kayu 10.466 ton dan ubi jalar 2.395 ton. Selama 2023 dan 2024, Kabupaten Sleman tidak memproduksi palawija kacang hijau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M