Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Peserta lomba cipta tari menunjukkan karyanya di MGM, Sabtu (7/4/2024)/ist Dinas Kebudayaan Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kebudayaan/Kundha Kabudayan Sleman menyelenggarakan Lomba Cipta Tari tingkat Kabupaten Sleman untuk memperingati Hari Tari Internasional di Museum Gunung Merapi (MGM), Sleman, Sabtu (27/04/2024).
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Edi Winarya, menjelaskan pelaku seni tari cukup banyak di Kabupaten Sleman. Namun yang menjadi keresahan adalah memikirkan bagaimana tari ke depannya bisa lestari dan menemukan orang yang cerdas menyikapi keberadaan tari.
Koreografer di Kabupaten Sleman pun mendesak untuk diregenerasi. “Ajang festival bergengsi di DIY itu sendratari. Yang saya lihat, penata tari itu-itu saja, sehingga ini menjadi keresahan pemikiran yang harus segera kita berikan solusinya” ujarnya.
Ia berharap melalui kegiatan ini dapat menciptakan orang-orang yang cerdas di bidang tari yaitu koreografer, penata kostum, penata iringan, dan penata artistik. “Upaya kecil ini selalu kita laksanakan setiap tahun agar kita tidak kehilangan ekosistem dari pelestarian tari di Kabupaten Sleman. Ketika regenerasi itu tidak kita lakukan, saya yakin Sleman akan kehabisan orang-orang yang bisa berpikir dalam kemajuan tari,” ungkapnya.
Sementara itu menurut Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan Sleman, Eko Ferianto, lomba cipta tari merupakan salah satu program unggulan Dinas Kebudayaan Sleman, untuk menggali potensi sumber daya manusia di bidang penciptaan tari.
Oleh sebab itu, masing-masing di kapanewon diharapkan bisa tumbuh pencipta tari yang handal. "Perbedaan lomba cipta tari tahun ini dari tema dan jumlah penari. Kalau tahun ini temanya tari kerakyatan, ada badui, ada trengganon, tari yang ada di wilayah Sleman," katanya.
Lomba Cipta Tari 2024 diikuti oleh sanggar-sanggar terpilih dari 17 kapanewon. Perlombaan dinilai oleh tiga dewan juri yaitu para pencipta tari yang sudah berpengalaman. Untuk para pemenang, nantinya akan mendapat hadiah berupa uang pembinaan, plakat, dan sertifikat.
"Harapannya pertumbuhan seni tari semakin pesat dan merata. Kadang anggapan orang antara kapanewon A dengan kapanewon B tidak imbang. Hal ini akan terus kita gali, otomatis teman-teman seniman akan mempersiapkan dengan baik,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
petugas mengamankan seorang pria berinisial MAR, warga Magelang, yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.