Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Platform kelompok muda dan lembaga riset Muda Bicara ID merilis hasil survei pilihan masyarakat Kota Jogja dalam pencalonan Walikota Jogja 2024 ini. Hasilnya Singgih Raharjo mendapat suara terbanyak dari 140 responden.
Founder Muda Bicara ID, Iqbal Khatami, menjelaskan survei ini dilakukan pada 1 hingga 14 Maret 2024, dengan sampel dalam penelitian berjumlah 140 responden yang tersebar secara proporsional di 14 Kemantren Kota Jogja.
Dalam riset ini, pertanyaan utamanya adalah jika pilkada dilaksanakan pada hari ini, siapa yang akan responden pilih sebagai Walikota Jogja. “Nama-nama tokoh di Jogja sudah muncul dari masyarakat, mulai dari PJ Walikota Jogja hingga politisi-politisi kawakan,” katanya, Senin (29/4/2024).
BACA JUGA : Pengusaha Bakpia Ramaikan Bursa Pilkada Jogja 2024
Berdasarkan hasil survei kepada responden, beberapa nama dianggap cocok dan dipilih oleh masyarakat untuk menjadi Walikota Jogja, di antaranya Singgih Raharjo, mendapat suara terbanyak yakni sebesar 26%, yang disusul eks Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi sebesar 16,8%.
Di urutan ketiga ada Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto 15,8%, lalu anggota DPD RI, M. Afnan Hadikusumo 15,7%. Di bawahnya ada beberapa tokoh dan politisi lainnya seperti Imam Priyono 13%, Dwi Kuswantoro 7,6%, Arif Noor Hartanto 2,3%, Akhid Widi Rahmanto 1,4% dan Budi Waljiman 1,2%.
"Meski demikian, pemilih yang masih dapat merubah pilihannya atau swing voters juga tergolong tinggi, yaitu 56,5 persen dan pemilih yang belum menentukan pilihan secara tegas atau undecided voters masih sebesar 29,8 persen,” ungkapnya..
Kemungkinan perubahan peta politik masih dapat terjadi. Bagi nama-nama yang masuk ke dalam bursa, masih memiliki waktu yang panjang untuk mempersiapkan diri. “Termasuk mencari kendaraan politik dan menyusun strategi menggaet pemilih Kota Jogja dengan cara-cara yang menarik serta mendukung demokrasi substansial,” kata dia.
BACA JUGA : PPP Incar Posisi Calon Wakil Wali Kota Jogja
Adapun responden diambil dari warga Kota Jogja dengan usia di atas 16 tahun, dengan komposisi terbanyak di rentang usia 24-39 tahun sebanyak 59% dan 16-23 tahun sebanyak 32%. Dari sisi pekerjaan, responden terbanyak dari pelajar atau mahasiswa 34,4%, wiraswasta 24,4% dan karyawwan swasta 18,3%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Ahmad Sahroni mendesak Korlantas Polri evaluasi ujian SIM dan usut sindikat SIM palsu usai Polres Siak menangkap delapan tersangka.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sebut kasus korupsi Fahd El Fouz sebagai musibah. Doli Kurnia sebut perbuatan Fahd jadi bahan evaluasi kaderisasi.
Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta menyiapkan berbagai program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang menyasar aparatur pemerintah
DPRD Bantul siap dukung kebutuhan anggaran sarana PSEL guna atasi bom waktu persampahan. Pengolahan sampah ini diproyeksikan capai 1.000 ton per hari.