Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi padat karya./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tahun ini, program padat karya di Kulonprogo menyasar 49 lokasi di 37 kalurahan. Masing-masing lokasi dianggarkan sama besarnya Rp100 juta, total keseluruhan program ini nilainya Rp4,9 miliar.
Adapun, penanggung jawab padat karya ini dipegang Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo.
Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Bambang Sutrisno menjelaskan padat karya akan fokus pada pembangunan fisik di tiap lokasinya. "Sasaran utamanya pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan, talud, atau infrastruktur lain yang mendukung perekonomian wilayah," jelasnya, Senin (29/4/2024).
Selain infrastruktur, jelas Bambang, sasarannya adalah penyerapan tenaga kerja dengan prioritas pengangguran dan warga dengan pendapatan dibawah garis kemiskinan. "Agar mengurangi pengangguran dan dapat berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan," ucap dia.
Bambang menegaskan dalam padat karya ini tidak diorientasikan sebagai program kegiatan. "Maksudnya mesti pembangunan fisik yang jelas spesifikasinya dan dapat diaudit bersama, tidak seperti pembersihan rumput jalan atau semacamnya yang orientasinya hanya program kegiatan, mesti lebih dari itu," kata Bambang.
BACA JUGA: BKK DANAIS 2024: Rp29,4 Miliar Digulirkan untuk Padat Karya 160 Kalurahan di DIY
Prinsip lain dari penyelenggaraan padat karya ini, lanjut Bambang, juga dikerjakan pada sektor umum dimana tidak ada ganti rugi dalam prosesnya. "Misalnya kalau bangun jalan lalu di sana ada tanah perorangan maka tidak ada ganti rugi, ini sesuai ketentuan penganggaran yang disusun" ujar dia.
Penganggaran padat karya itu 50% untuk bahan material, 42% untuk upah tenaga kerja, dan 8% untuk biaya pendukung lain. "Pengerjaannya sepenuhnya oleh dan untuk masyarakat sendiri yang nanti dikoordinir kalurahan," kata Bambang.
Sementara pagu upah tenaga kerja program padat karya ini sebesar Rp85.000-Rp110.00 per hari orang kerja (HOK) ."Masa padat kerja selama 21 hari kerja. Akan dimulai pada 13 Mei nanti."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.