Hanya Khusus Penumpang, Stasiun Lempuyangan Jogja Tak Layani Angkutan Barang di 2028
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Ilustrasi gedung sekolah rusak - JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul mencatat ada 41 sekolah rusak ringan. Disdikpora Bantul hingga saat ini masih menyiapkan kajian kerusakan beberapa sekolah tersebut.
Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto menyebut ada 41 sekolah dasar negeri (SDN) dari total 281 SDN di Bantul rusak ringan.
"[Kategori kerusakan beberapa sekolah di Bantul] Rusak ringan, ada yang plafonnya perlu diganti, kayu belum diganti, dan toilet yang perlu diperbaiki. Namun, secara umum masih dapat digunakan," ujarnya di Stadion Sultan Agung, Kamis (2/5/2024).
Dia menuturkan sekolah sekolah tersebut mengalami kerusakan disebabkan karena usia bangunan sekolah terbilang sudah lama.
Dia menyampaikan kajian kerusakan beberapa sekolah tersebut tengah dilakukan. Karena itu Nugroho, hingga saat ini pihaknya belum dapat menaksir kebutuhan anggaran untuk perbaikan sekolah tersebut lantaran kajian kerusakan masih dilakukan.
Nugroho menyebut akan ada beberapa sekolah di Bantul yang diperbaiki dari berbagai sumber anggaran, antara lain APBD Bantul dan Dana Alokasi Khusus (DAK). Meski begitu, menurut Nugroho anggaran yang dikeluarkan untuk perbaikan sekolah setiap tahun masih minim. Sehingga, belum seluruh sekolah yang rusak ringan dapat diperbaiki dalam satu tahun anggaran.
Lantaran saat ini cuaca ekstrim masih terjadi dalam waktu tertentu, Nugroho mengaku berupaya segera merampungkan kajian tersebut, sehingga perbaikan beberapa sekolah tersebut dapat segera dilakukan.
"Kita antisipasi, jangan sampai kerusakan tersebut akan menimbulkan dampak negatif bagi siswa dan guru," katanya.
BACA JUGA: Bangunan Sekolah Rusak dan Membahayakan, Siswa SD di Bantul Ini Belajar di Kantin
Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengaku telah menyiapkan anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk memperbaiki beberapa sekolah yang rusak di Bantul.
"Tahun ini pasti kami selesaikan [perbaikan sekolah rusak di Bantul]," katanya.
Dia pun meminta sekolah yang mengalami kerusakan agar segera mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga proses perbaikan dapat segera dilakukan.
"Disdikpora Bantul harus segera membantu menyusun RAB untuk disampaikan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah [TAPD] dan kami akan mengeluarkan BTT untuk digunakan untuk mengatasi kerusakan yang tidak direncanakan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan
Sering cas motor listrik semalaman? Kenali pengaruhnya terhadap baterai, charger, sistem listrik, dan keamanan pengisian.
Spanyol menyepakati larangan penggusuran hingga 2030 setelah kasus Maricarmen Abascal memicu protes terkait krisis perumahan.
Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina. Nomor 10 masih kosong dan AFA belum menentukan siapa penerusnya setelah laga perpisahan.