Kasus Gagal Ginjal Sleman Tembus Ribuan, Usia Produktif Dominan
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
Ilustrasi keracunan/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul merilis hasil pemeriksaan laboratorium atas peristiwa keracunan yang menimpa 110 warga Semin pada Maret 2024 silam.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan bahan yang diperiksa di laboratorium berasal dari sampel makan seperti nasi, oseng tempe, tempe bacem, dan gudangan. “Kami juga memeriksa feses pasien,” kata Ismono, Kamis (2/5/2024).
Dari hasil pemeriksaan feses tersebut, Dinkes menemukan bahwa ada bakteri dan jamur patologis atau jamur penyebab penyakit. Ismono menegaskan mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan gangguan pencernaan bagi orang yang mengonsumsinya.
Menurut dia, mikroorganisme tersebut muncul dipengaruhi beberapa faktor seperti proses pencucian, memasak, dan mengolah makanan tetapi kurang higienis. Makanan yang dikonsumsi dalam kondisi basi juga menyebabkan gangguan. “Makanan dihinggapi lalat dan saat mengolah makanan kondisi tangan dan wadah pengolahan makanan tidak bersih, dan sebagainya,” katanya.
Ismono kembali menegaskan bahwa beberapa bakteri dan jamur yang ditemukan secara parameter uji laboratorium tersebut adalah jenis bakteri yang paling sering menyebabkan gangguan pencernaan.
BACA JUGA: Belasan Anak di Klumpit Gunungkidul Keracunan Takjil
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga di Padukuhan Kalitekuk, Kalurahan Kalitekuk, Kapanewon Semin, Gunungkidul mengalami keracunan massal, usai menyantap nasi kenduri. Ada sekitar 70 nasi beserta lauk dan urapan dibagikan dari salah satu warga masyarakat yang mempunyai hajat sepasaran atas kelahiran bayi.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco ada total 110 warga Semin yang mengalami gejala mual.
Jumlah tersebut berasal dari warga yang memeriksakan diri baik di Puskesmas, Klinik, maupun RSUD Wonosari. Paska kejadian tersebut, tim kader kesehatan dari Dinkes Gunungkidul turun ke lokasi kejadian untuk memberikan edukasi terkait tindakan awal kepada para warga.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengimbau agar seluruh masyarakat menjaga kebersihan baik bahan makanannya, proses memasak maupun ketika proses makan agar ke depan tidak terjadi hal serupa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus gagal ginjal di Sleman sepanjang 2025 didominasi usia produktif. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pengendalian hipertensi.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.