Regulasi Baru Disiapkan untuk Lindungi Petani di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul memprioritaskan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.
Ilustrasi legislatif (Freepik)
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman secara resmi telah menetapkan caleg terpilih hasil Pileg 2024, Kamis (2/5/2024).
Hasil penetapan, PDI Perjuangan menjadi peraih terbanyak dengan 13 kursi. Disusul berikutnya PKB yang memerolah tujuh kursi DPRD. Adapun Gerindra, PKS, PAN dan Golkar, masing-masing harus puas dengan raihan enam kursi di Pileg tahun ini. Enam kursi tersisa dibagi merata antara NasDem dan PPP dengan perolehan masing-masing tiga kursi.
Adapun hasilnya untuk Dapil 1 yang meliputi Kapanewon Sleman, Tempel dan Turi. Untuk caleg terpilih sebagai berikut:
Untuk dapil 2 meliputi Kapanewon Ngaglik, Pakem dan Cangkringan yang terpilih sebagai berikut:
Di Dapil 3 meliputi Kapanewon Prambanan, Ngemplak dan Kalasan yang terpilih sebagai berikut:
Untuk dapil Sleman 4 meliputi Kapanewon Depok dan Berbah, caleg terpilih di antaranya:
Di dapil 5 yang meliputi Kapanewon Gamping dan Mlati, caleg terpilih sebagai berikut:
Untuk dapil Sleman 6 meliputi Kapanewon Godean, Moyudan, Minggir dan Seyegan yang terpilih antara lain:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul memprioritaskan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.
Dugaan jual beli seragam di SMPN 1 Jetis di Bantul diadukan ke ORI DIY. Dikpora Bantul menyebut sekolah tidak terlibat dalam pengadaan seragam.
Kabinet Merah Putih memaparkan 12 capaian strategis hingga Juli 2026, mulai dari ketahanan pangan, energi, BUMN, hingga pasar karbon.
KPK mengangkut dua mobil sitaan dari Pendopo Bupati Lombok Barat dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dan suap proyek senilai Rp12,4 miliar.
PSIM Jogja merekrut Adrian Dalmau, eks pemain akademi Real Madrid yang diproyeksikan mempertajam lini depan pada musim 2026/2027.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.