Air Tinggal Menetes, Warga Tepus Endapkan Air Keruh untuk Mandi
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Sedikitnya 1.133 calon haji asal Kabupaten Sleman akan berangkat ke Tanah Suci di tahun ini. Para jemaah terbagi dalam enam kloter dan pemberangkatan dilaksanakan mulai 24 Mei hingga 9 Juni 2024.
Kepala Kemenag Sleman, Sidik Pramono mengatakan untuk persiapan keberangkatan berbagai persiapan terlah dilakukan. Adapun calon haji juga sudah menyelesaikan pembayaran seluruh biaya ibadah selama di Tanah Suci.
Terkait dengan kesehatan jemaah, kata dia, sudah dilakukan pengecekan hingga pemberian vaksin yang dibutuhkan selama ibadah berlangsung. Adapun, dokumen perjalanan juga tidak ada masalah karena paspor dan visa telah diurus semuanya.
Selain itu, pada saat persiapan telah dilakukan bimbingan teknis kepada calon yang akan diberangkatkan. Untuk kelancaran, juga sudah dilaksanakan kegiatan manasik di tingkat kapanewon sebanyak enam kali dan kabupaten sekali.
“Tinggal menunggu pemberangkatan dan mudah-mudahan tidak ada perubahan sehingga keberangkatan sesuai jadwal yang telah diterima,” kata Sidik, Minggu (5/5/2024).
Menurut dia, calon haji asal Sleman berjumlah 1.133 orang. Untuk pemberangkatan dibagi menjadi enam kloter, yakni 48, 50, 53, 54, 81 dan 100.
Rencananya pemberangkatan pertama calon haji Sleman yang masuk kloter 48 dilaksanakan pada 24 Mei 2024. Beriktunya kloter 50 dan 53 diberangkatkan 25 Mei; kloter 54 diberangkatkan 26 Mei; kloter 81 berangkat 2 Juni dan kloter 100 berangkat 9 Juni 2024.
“Pemberangkatan ini mulai dari Sleman. Contohnya kloter 48 berangkat 24 Mei merupakan keberangakatan dari Sleman menuju asrama haji untuk menginap semalam. Adapun pemberangkatan ke Tanah Suci baru 25 Mei dan ini juga berlaku untuk semua kloter,” katanya.
BACA JUGA: Berikut Jadwal Lengkap Keberangkatan Jemaah Haji DIY, Kloter 47 Berangkat 24 Mei
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenang Sleman, Noor Imanah mengatakan, seluruh jemaah yang berangkat di tahun ini sudah membayar biaya perjalanan haji.
Dia menjelaskan, total biaya ibadah yang dibutuhkan berjumlah Rp94 juta. Namun demikian, tidak semua ditanggung jamaah karena ada subisidi dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebesar 60%.
Hal ini berarti masing-masing jamaah tinggal membayarkan sekitar Rp58 juta. Adapun rinciannya sebesar Rp25 juta sudah disetorkan saat pendaftaran, kemudian di virtual account masing-masing calon juga tersimpan dana sekitar Rp1,6 juta. “Jadi untuk pelunasan tinggal sekitar Rp31,7 juta setiap calon haji,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.