CEO Grammy Sedih BTS Mundur, Tapi Hormati Keputusan Mereka
CEO Grammy Harvey Mason Jr. tanggapi keputusan BTS mundur dari Grammy 2027. Ia sedih tapi hormati, dan klarifikasi tujuan kategori Best Asian Pop.
Sejumlah sampah menumpuk di timur Jembatan Gembiraloka Zoo, Gedongkuning, Banguntapan, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta kepada masyarakat dan pelaku usaha jasa angkut sampah untuk menghubungi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul jika kesulitan dalam membuang sampah. Melalui komunikasi dengan DLH harapannya dapat menekan persoalan pembuangan sampah liar di Bumi Projotamansari.
"Kalau memang kesulitan membuang sampah, sampaikan saja kepada DLH. Karena rumah tangga itu umumnya tidak membuang sampah sendiri karena ada penyedia jasa," kata Bupati Halim, Rabu (8/5/2024).
BACA JUGA : Muncul Tumpukan Sampah di Selopamioro, Ini yang Akan Dilakukan Pemkab Bantul
Begitu juga terkait dengan pelaku usaha jasa angkutan sampah yang kesulitan membuang sampah, Halim menyatakan agar menghubungi DLH. Saat ini, ada sebanyak 15 TPS3R di tingkat Kalurahan dan TPSS Gadingsari yang bisa dioptimalkan untuk pengolahan sampah.
"15 TPS3R di tingkat kalurahan itu masih bisa dioptimalkan. Kelima belas TPS3R itu kan masih punya tampungan, tapi kan tetap harus bayar retribusi," kata Bupati Halim.
Menurut Halim, sampai saat ini, Pemkab Bantul terus mempercepat pembangunan tiga TPST di wilayahnya, yakni di Dingkikan, Modalan dan Bawuran. Kapasitas dari ketiga TPST tersebut mencapai 150 ton sampah per hari. Oleh karena itu, Halim meminta kepada masyarakat untuk maklum dengan kondisi yang saat ini dihadapi.
"Jadi kalaupun hari ini masih ada kekurangan harap itu dimaklumi, dalam arti pembuangan sampah liar itu tidak boleh terjadi," katanya.
Selain mempercepat pembangunan tiga TPST tersebut, Pemkab meminta warga di wilayahnya yang memiliki pekarangan untuk membuat jugangan khusus sampah organik. Sebab, 75 persen sampah yang selama ini adalah sampah organik.
Ketua Paguyuban Jasa Angkut Sampah di Bantul, Sidiq mengungkapkan, ia bersama 50-an anggotanya harus menyetop pelayanan pengambilan sampah per 1 Mei 2024, sebagai dampak ditutupnya TPA Piyungan. Saat ini kesulitan untuk membuang sampah dari pelanggan.
Oleh karena itu, sampai saat ini, mereka memilih untuk menunggu kebijaksanaan dari Pemkab Bantul agar bisa kembali bisa melakukan pelayanan pengambilan sampah ke pelanggan. Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk datang ke kantor DLH Bantul.
"Katanya disuruh nunggu sampai September. Sementara saat kami mau buang sampah ke TPSS Gadingsari, juga tidak diperbolehkan. Karena hanya dari DLH dan beberapa depo yang diperbolehkan membuang disana," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CEO Grammy Harvey Mason Jr. tanggapi keputusan BTS mundur dari Grammy 2027. Ia sedih tapi hormati, dan klarifikasi tujuan kategori Best Asian Pop.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.