Kelok 23 Dibuka, DPRD Minta Pemkab Bantul Kembangkan Destinasi Wisata di Luar Pansela
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir. ANTARA/HO-PP Muhammadiyah/am.
Harianjogja.com, JOGJA–Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir buka suara soal keterlibatan sekolah Muhammadiyah dalam aksi tawuran yang terjadi pada Senin (13/5/2024) lalu. Haedar menganggap insiden itu dipicu oleh fenomena fanatisme antar sekolah.
Menurut Haedar, faktor geng menjadi salah satu penyebab munculnya tawuran yang melibatkan SMK 3 Muhammadiyah tersebut. Aksi bentrok itu terjadi di sejumlah lokasi mulai dari kawasan Umbulharjo dan di Wirobrajan.
"Seusia itu memang ada potensi untuk clash satu sama lain. Bahkan sebenarnya kan tradisi perselisihan antar sekolah bahkan kelas itu selalu ada. Itu kadang dipicu dua hal, satu fanatisme sekolah yang tinggi sedangkan yang kedua ada faktor relasi di luar sekolah yang sering ada geng," katanya, Selasa (14/5/2024).
Menurutnya, harus ada tindakan konkret dan menyeluruh dari seluruh pihak baik itu Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah. Selain itu pengurus di tingkat wilayah juga mesti meningkatkan jaringan pengawasan agar setiap sekolah bisa mencegah terjadinya potensi gesekan antar pelajar.
"Tampaknya ini aspek substansi dari seluruh lembaga pendidikan, kiranya perlu lebih meningkatkan lagi pembinaan akhlak karakter dan hal-hal spiritual karena belakangan ini kan orientasi untuk pengembangan kognisi skill dan persaingan kan sangat tinggi, sehingga aspek-aspek yang bersifat moral spiritual itu kurang terbina dengan baik," katanya.
Haedar menilai, lingkungan sekitar murid juga perlu diperhatikan. Ekosistem sosial yang peduli dengan anak-anak muda dan perkembangannya harus diberikan ruang. Jangan sampai perhatian orang tua dan sekolah terhadap murid disepelekan sehingga berujung pada tindakan yang negatif.
"Ketika mobilitas sosial orang tua makin tinggi mungkin juga di lembaga-lembaga pendidikan dan publik itu juga semakin mengarah pada mobilitas tinggi, lalu mereka lupa pada perhatian pada anak muda," kata Haedar.
Dia juga menambahkan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Jogja yang membawahi Majelis Dikdasmen supaya mengambil tindakan-tindakan yang bersifat preventif maupun kuratif yang lebih tersistem lagi sekaligus bersikap tegas agar hal serupa tak lagi terjadi.
Sebelumnya diberitakan, Hari kelulusan SMA di Kota Jogja diwarnai konvoi dan aksi provokasi serta saling lempar batu dan petasan oleh para pelajar, Senin (13/5/2024). Polresta Jogja menangkap sejumlah pelajar yang terlibat dalam aksi tersebut. Polisi juga menjelaskan detail kronologi aksi saling serang ini.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Aditya Surya Dharma menjelaskan kejadian ini bermula ketika ada kelompok dari salah satu sekolah yang melakukan provokasi saat konvoi.
“Konvoi keliling-keliling, kemudian pada di sekolah SMK 3 Muhammadiyah Jogja itu melakukan aksi provokasi dengan goyang-goyang pagar melempar petasan dan sejumlah batu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.