Samsung Hentikan Messages, Pengguna Galaxy Wajib Migrasi
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Warga melintas di kawasan Ringroad Selatan, Banguntapan, pada Rabu (15/5/2024)/ Harian Jogja-Jumali
Muncul Tumpukan Sampah di Utara GL Zoo dan Ringroad Selatan, DLH Bantul Jadwalkan Pengangkutan
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul memastikan telah menjadwalkan untuk mengangkut sampah yang menumpuk di pinggir jalan utara Gembira Loka (GL) Zoo dan Ringroad Selatan tepatnya Sokowaten, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Sementara sampah yang ada di dua lokasi tersebut selama ini dinilai bukan berasal dari warga Bantul, melainkan Kota Jogja.
Kepala DLH Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, jika untuk sampah di kawasan Ringroad dan beberapa wilayah di Banguntapan telah ada jadwal pengangkutan sampah. Termasuk pinggir jalan utara GL Zoo dan Ringroad Selatan tepatnya di Sokowaten, Tamanan, Banguntapan, Bantul.
Adapun waktu pengangkutan, Bambang mengungkapkan sepekan dua kali yakni di hari Jumat atau Kamis dan Rabu. Langkah itu dilakukan karena dinas sadar jika masih ada warga yang membuang sampah sembarangan.
"Sehingga kami memang membikin jadwal untuk pengambilan sampah liar tersebut," katanya, Rabu (15/5/2024).
Selain menjadwalkan pengambilan sampah liar, DLH saat ini terus mengingatkan lurah dan juga warga untuk memilah, mengurangi produksi dan tidak membuang sampah sembarangan. Menurut Bambang, dinas juga terus bekerja sama dengan Satpol PP Bantul terkait penegakan peraturan daerah (Perda) untuk penanganan sampah.
"Sebab, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan DLH. Tapi perlu pelibatan sejumlah pihak," katanya.
BACA JUGA: Pabrik Pengolahan Sampah Bernilai Investasi 27,4 juta USD Segera Berdiri di Bantul
Sementara Panewu Banguntapan menyebut I Nyoman Gunarsa mengungkapkan untuk penumpukan sampah di ringroad selatan, utamanya di Sokowaten telah berlangsung lama, yakni setahun terakhir. Berbagai upaya juga telah dilakukan oleh pihaknya, baik dengan memasang spanduk berisi imbauan. Namun, tetap saja, masih ada orang yang membuang sampah sembarangan.
Tidak sampai disitu, Nyoman juga menyebut pernah melakukan upaya operasi tangkap tangan (OTT) untuk pelaku pembuangan sampah liar. Dari hasil OTT, ternyata sebagian besar pembuang sampah bukan berasal dari Kabupaten Bantul.
"Dan, ternyata pelakunya merupakan orang Kota Jogja," katanya.
Nyoman mengungkapkan, untuk mencegah adanya sampah liar, pihaknya kini meminta kepada seluruh warga di wilayahnya untuk melalukan pemilahan. Selain, memperbesar kapasitas tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS3R). "Kami harapkan hal ini bisa mengatasi persoalan yang ada saat ini," harap Nyoman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.