AI Jepang Ini Bisa Temukan Sampah Plastik di Dasar Laut, 3 Kali Lebih Cepat
JAMSTEC Jepang mengembangkan DeepLitterAI untuk mendeteksi dan menghitung sampah di dasar laut. Sistem ini bisa menganalisis rekaman hingga 3,1 kali lebih cepat
Warga melintas di kawasan Ringroad Selatan, Banguntapan, pada Rabu (15/5/2024)/ Harian Jogja-Jumali
Muncul Tumpukan Sampah di Utara GL Zoo dan Ringroad Selatan, DLH Bantul Jadwalkan Pengangkutan
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul memastikan telah menjadwalkan untuk mengangkut sampah yang menumpuk di pinggir jalan utara Gembira Loka (GL) Zoo dan Ringroad Selatan tepatnya Sokowaten, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Sementara sampah yang ada di dua lokasi tersebut selama ini dinilai bukan berasal dari warga Bantul, melainkan Kota Jogja.
Kepala DLH Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, jika untuk sampah di kawasan Ringroad dan beberapa wilayah di Banguntapan telah ada jadwal pengangkutan sampah. Termasuk pinggir jalan utara GL Zoo dan Ringroad Selatan tepatnya di Sokowaten, Tamanan, Banguntapan, Bantul.
Adapun waktu pengangkutan, Bambang mengungkapkan sepekan dua kali yakni di hari Jumat atau Kamis dan Rabu. Langkah itu dilakukan karena dinas sadar jika masih ada warga yang membuang sampah sembarangan.
"Sehingga kami memang membikin jadwal untuk pengambilan sampah liar tersebut," katanya, Rabu (15/5/2024).
Selain menjadwalkan pengambilan sampah liar, DLH saat ini terus mengingatkan lurah dan juga warga untuk memilah, mengurangi produksi dan tidak membuang sampah sembarangan. Menurut Bambang, dinas juga terus bekerja sama dengan Satpol PP Bantul terkait penegakan peraturan daerah (Perda) untuk penanganan sampah.
"Sebab, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan DLH. Tapi perlu pelibatan sejumlah pihak," katanya.
BACA JUGA: Pabrik Pengolahan Sampah Bernilai Investasi 27,4 juta USD Segera Berdiri di Bantul
Sementara Panewu Banguntapan menyebut I Nyoman Gunarsa mengungkapkan untuk penumpukan sampah di ringroad selatan, utamanya di Sokowaten telah berlangsung lama, yakni setahun terakhir. Berbagai upaya juga telah dilakukan oleh pihaknya, baik dengan memasang spanduk berisi imbauan. Namun, tetap saja, masih ada orang yang membuang sampah sembarangan.
Tidak sampai disitu, Nyoman juga menyebut pernah melakukan upaya operasi tangkap tangan (OTT) untuk pelaku pembuangan sampah liar. Dari hasil OTT, ternyata sebagian besar pembuang sampah bukan berasal dari Kabupaten Bantul.
"Dan, ternyata pelakunya merupakan orang Kota Jogja," katanya.
Nyoman mengungkapkan, untuk mencegah adanya sampah liar, pihaknya kini meminta kepada seluruh warga di wilayahnya untuk melalukan pemilahan. Selain, memperbesar kapasitas tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS3R). "Kami harapkan hal ini bisa mengatasi persoalan yang ada saat ini," harap Nyoman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JAMSTEC Jepang mengembangkan DeepLitterAI untuk mendeteksi dan menghitung sampah di dasar laut. Sistem ini bisa menganalisis rekaman hingga 3,1 kali lebih cepat
Kejagung menyita aset tersangka korupsi MBG senilai Rp8,43 miliar, termasuk Rolex, mobil mewah, perhiasan, dan uang tunai.
Bulog Magelang menyalurkan 21.884,5 ton beras kepada 729.485 PBP untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
RUPSLB BTN menyepakati pergantian lima direksi untuk regenerasi dan memperkuat strategi beyond mortgage.
Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, MORAZEN Yogyakarta memberikan apresiasi khusus kepada para tamu dengan membagikan Kue Sarang Semut.
Lebih dari 1.000 cagar budaya telah ditetapkan di DIY. Perawatan bangunan milik masyarakat masih menghadapi kendala biaya dan kewenangan.