Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Hewan Kurban - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyebut akan memantau lalu lintas ternak yang masuk ke wilayah DIY menjelang perayaan Iduladha yang jatuh pada 17 Juni mendatang. Sejumlah titik masuk ke wilayah setempat akan dipantau oleh petugas untuk memastikan hewan ternak yang masuk dalam kondisi sehat.
Kepala DPKP DIY Hery Sulistio Hermawan mengatakan, terdapat delapan pos pemeriksaan lalu lintas hewan ternak yang akan masuk ke wilayah Jogja. Di pos itu petugas akan mengecek kelengkapan surat keterangan hewan berikut kondisi kesehatannya sebelum dijual ke pasar hewan di seluruh DIY.
"Posnya ada delapan titik di pintu masuk Jogja ada di Gunungkidul, Kulonprogo, dan Sleman," kata Hery, Rabu (15/5/2024).
BACA JUGA: Muncul Tumpukan Sampah di Utara GL Zoo dan Ringroad Selatan, DLH Bantul Jadwalkan Pengangkutan
Hery menerangkan, pemeriksaan terhadap hewan ternak, baik itu sapi, kambing, dan domba yang nantinya dipakai sebagai hewan kurban juga dilaksanakan di pasar hewan. Petugas akan memantau kesehatan hewan kurban sebelum dibeli oleh konsumen. Ini untuk memastikan bahwa hewan yang dijual bebas dari penyakit.
"Kami juga cek di pasar, ada petugas mana kalau nanti ada indikasi hewan yang mengalami kondisi kurang baik, itu kami pantau dan amati. Kemudian kalau ada risiko kami kembalikan agar tidak dijual ke masyarakat atau akan dikarantina," ujarnya.
Menurutnya, setiap hewan ternak yang masuk ke wilayah DIY wajib mengantongi surat keterangan sehat. Petugas pasti akan memeriksa kelengkapan dokumen itu sebelum dibawa ke pasar hewan. "Secara prinsip ketika ternak didistribusikan ke daerah lain kan ada surat keterangan sehat, ini bisa kami lihat ketika di pos dan pasar pasti ada," jelasnya.
Sementara untuk stok hewan kurban bagi masyarakat DIY pada perayaan Iduladha mendatang, Hery menyatakan belum bisa memastikan. Sebab kondisi lalu lintas ternak masih terus bergerak dan hari raya kurban masih berlangsung kurang lebih sebulan lagi.
"Stok sebetulnya masih bergerak terus kan masih sebulan lagi. Tidak menutup kemungkinan ada lagi hewan yang masuk atau keluar ke daerah lain," imbuhnya.
BACA JUGA: Duh, Ruang Terbuka Hijau di Sleman Masih Jauh dari Ideal
Hery juga mengklaim bahwa harga hewan ternak sebulan jelang Iduladha terpantau masih cukup stabil dan belum menunjukkan kenaikan harga. Sekarang pihaknya mengaku masih fokus mendata kondisi kesehatan hewan ternak yang ada di sejumlah pasar hewan.
"Ketersediaan kan melihat besok. Nanti terlihat kalau sudah dekat lebaran haji, kami cuma cek dan inventarisasi hewan yang ada harus dalam kondisi sehat dan menjaga agar hewan fit. Biar ke depan aman ketika mendekati hari H," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21