Tekan Angka Kecelakaan, BPTD Kelas III DIY Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara

Alfi Annisa Karin
Alfi Annisa Karin Minggu, 19 Mei 2024 13:07 WIB
Tekan Angka Kecelakaan, BPTD Kelas III DIY Gelar Edukasi Keselamatan Berkendara

Sosialisasi keselamatan berkendara yang diinisiasi oleh BPTD Kelas III DIY di Terminal Giwangan dalam rangka menekan angka kecelakaan, Minggu (19/5) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin

Harianjogja.com, JOGJA- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III DIY menggelar kegiatan sosialisasi keselamatan berkendara di Terminal Giwangan, Minggu (19/5). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pekan Keselamatan Jalan 2024 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun BPTD Kelas III DIY yang ke-1.

Gelaran ini dilaksanakan sejak 18 Mei 2023. Diawali dengan kegiatan Safety Riding dan Edukasi Keselamatan, Donor Darah, Jalan Santai, serta Talkshow Sosialisasi Keselamatan Jalan.

Kepala BPTD Kelas III DIY Yanti Marliana menjelaskan kegiatan Pekan Keselamatan Jalan 2024 digelar untuk mendukung penurunan angka kecelakaan. Sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dia mengatakan pemerintah telah menerbitkan Perpres No 1 Tahun 2022 tentang Penetapan RUNK Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tujuannya untuk menurunkan indeks fatalitas korban kecelakaan lalu lintas jalan sebesar 85 persen per 10.000 kendaraan. Dan 65 persen per 100 ribu penduduk pada tahun 2040.

"Dengan target mencegah setidaknya 50 persen fatalitas dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas jalan pada Tahun 2030," ujarnya saat ditemui di Terminal Giwangan, Minggu (19/5).

BACA JUGA: Tekan Angka Kecelakaan di Bantul, Jasa Raharja Dukung Penataan Jalan

Kali ini, Pekan Keselamatan Jalan 2024 mengusung tema “Sustainable Transport” dengan hashtag #Rethinkmobility. Tema ini turut mengajak para pemangku kepentingan untuk memikirkan kembali mobilitas masyarakat. Di dalamnya termasuk berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan transportasi umum yang dapat mendorong peningkatan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, keselamatan adalah hal yang utama bagi seluruh pengguna jalan. Jaringan jalan harus dirancang dengan mempertimbangkan risiko keselamatan kepada anak-anak, remaja, disabilitas, pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna angkutan umum.

"Berjalan kaki dan bersepeda, berkontribusi pada kesehatan masyarakat dan mewujudkan kota yang ramah lingkungan. Selain itu, penyelenggaraan angkutan umum haruslah aman, terjangkau, mudah diakses, dan berkelanjutan sehingga dapat menyelesaikan permasalahan transportasi umum," tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini melibatkan setidaknya 300-an peserta. Terdiri dari pelajar SMAN 5 Jogja, SMK Berbudi Jogja, SMAN 8 Yogyakarta, SMAN 1 Depok Sleman, Gezeh Touring Community, komunitas Pelaku Touring, pegawai di lingkungan BPTD Kelas III DIY, dan masyarakat umum.

"Harapan kami, kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat tentang pentingnya arti keselamatan dan bagaimana cara berlalu lintas yang baik. Sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan dan tingkat fatalitas akibat dari kecelakaan lalu lintas," harapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online